Viral puluhan ambulans ke SMAN 2 Kudus, Kepala SPPG minta maaf dan siap tanggung jawab dugaan keracunan MBG

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 30 Januari 2026 | 22:50 WIB
Menyoroti insiden viral terkait dugaan kasus keracunan massal di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti insiden viral terkait dugaan kasus keracunan massal di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah (Instagram.com/@undercover.id)

Baca Juga: Sirine banjir sempat berbunyi, warga Bekasi berlarian dan berkumpul di jembatan pantau ketinggian air

“Kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak,” ujar Umam, Jumat 30 Januari 2026. 

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan lepas tangan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.

“Kami mohon maaf dan berharap masyarakat bersabar. Kami menunggu hasil lab agar bisa mengetahui penyebab pastinya,” tegasnya.

Menu MBG diduga jadi pemicu

Menurut Umam, laporan awal diterima dari pihak sekolah yang menyebutkan adanya siswa mengalami diare usai mengonsumsi makanan MBG.

Baca Juga: Debu pekat selimuti Aceh Tamiang usai helikopter mendarat, lumpur kering picu ancaman kesehatan warga

“Saya ditelepon pihak sekolah, katanya ada siswa yang diare. Ada yang ke UGD, ada juga yang tidak masuk sekolah,” jelasnya.

Menu MBG yang dikonsumsi siswa saat itu meliputi ayam suwir, kuah soto, tempe, dan tauge.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG langsung mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi serta memastikan kondisi siswa.

“Kami langsung turun, klarifikasi menu, dan menyampaikan permohonan maaf. Kami juga siap mengganti biaya pengobatan bagi siswa yang dirawat,” katanya.

Baca Juga: Kapolresta Sleman disemprot DPR soal kasus suami lawan penjambret, dinilai tak paham isi KUHP

Sempat gelar audiensi, jumlah siswa sakit terus bertambah

Umam mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, dan perwakilan siswa selama kurang lebih 30 menit.

Namun setelah itu, jumlah siswa yang mengeluh sakit justru semakin bertambah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X