Kepala Bappenas sebut MBG lebih mendesak dari lapangan kerja, singgung warga pelosok yang kelaparan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 29 Januari 2026 | 23:25 WIB
Menyoroti pernyataan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang membandingkan program MBG dengan pembukaan lapangan kerja di RI (Instagram.com/@rachmatpambudy)
Menyoroti pernyataan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang membandingkan program MBG dengan pembukaan lapangan kerja di RI (Instagram.com/@rachmatpambudy)

GENMILENIAL.ID — Pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, tengah menjadi sorotan publik usai menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak dibandingkan pembukaan lapangan kerja.

Pernyataan tersebut viral setelah cuplikan pidatonya beredar di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @undercover.id, Kamis 29 Januari 2026. 

Dalam video tersebut, Rachmat tampak menyampaikan pandangannya mengenai urgensi MBG sebagai bagian dari pembangunan nasional, bahkan dibandingkan dengan penciptaan lapangan pekerjaan.

Baca Juga: H-20 Ramadan, korban banjir bandang di Aceh cemaskan tradisi berbagi kanji rumbi terancam terputus

Bandingkan MBG dan lapangan kerja

Rachmat mengungkapkan, dirinya sempat mendapat pertanyaan mengenai mana yang lebih penting antara program makan bergizi gratis dan pembukaan lapangan kerja.

“Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting? Penting sekali,” ujar Rachmat dalam forum Prasasti Economic Forum, Kamis 29 Januari 2026. 

Ia kemudian menegaskan pandangannya secara terbuka.

“Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja,” tegasnya.

Baca Juga: Didatangi Aisar Khaled, penjual es gabus yang sempat dituduh pakai spons akhirnya wujudkan mimpi umrah

Menurutnya, kedua hal tersebut sama-sama penting, namun kondisi sosial di lapangan membuat MBG harus diprioritaskan lebih dulu.

Analogi kail dan ikan

Dalam penjelasannya, Rachmat menganalogikan kondisi masyarakat dengan perumpamaan nelayan.

“Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Tapi kalau dikasih kail, orangnya sudah keburu mati,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X