Dalam video yang telah ditonton lebih dari 60 ribu kali, tampak beberapa pedagang kecil membuka lapak di tepi sungai, ada yang menggunakan motor, ada pula yang mendirikan gubuk sederhana.
“Ada yang memanfaatkan untuk memulihkan ekonominya,” tulis akun @explore_gayo dalam unggahannya.
Kehadiran pedagang ini menambah keramaian sekaligus menjadi tanda bangkitnya aktivitas ekonomi warga pascabencana.
Warganet ingatkan tetap waspada
Meski banyak mendapat respons positif, sejumlah warganet mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati, mengingat kondisi sungai bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat hujan turun.
“Hikmah yang Allah berikan, begini patut disyukuri,” tulis akun @mal*********a.
Baca Juga: Lubang raksasa di Aceh Tengah terus meluas, jalan penghubung terputus
“Jernih dan cocok jadi tempat wisata, tapi jangan lupa itu sungai alami. Hati-hati apalagi musim hujan,” tulis akun @afr*****e.
“Awas, tetap waspada kalau ada air kiriman dari atas,” komentar akun @adr******8.
“Semoga ekonomi warga cepat pulih kembali,” tambah akun @iqb*******r.
Warga pun diimbau tetap waspada dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat potensi banjir susulan masih bisa terjadi sewaktu-waktu.***
Artikel Terkait
Harga Sembako melambung hingga dua kali lipat, warga Takengon rela jalan kaki 5 jam ke Bener Meriah
Panik gempa susulan, status Gunung Burni Telong naik siaga, warga Bener Meriah pilih mengungsi
Kisah relawan Bener Meriah yang tetap salurkan bantuan meski baru kehilangan ibu
Influencer Virdian Aurellio soroti pemulihan pascabanjir di Bener Meriah yang belum tuntas
Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa
Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km
Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang