Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 26 Januari 2026 | 23:56 WIB
Warga Samar Kilang, Syiah Utama di Bener Meriah yang masih kesulitan air bersih (Instagram/keber_samar__kilang)
Warga Samar Kilang, Syiah Utama di Bener Meriah yang masih kesulitan air bersih (Instagram/keber_samar__kilang)

Tak hanya warga, relawan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di lokasi juga mengeluhkan sulitnya akses air bersih. Padahal air sangat dibutuhkan untuk penanganan pasien.

Baca Juga: Akses jalan putus pascabanjir, anak-anak di Aceh Utara kesulitan berangkat sekolah

“Air adalah sumber kehidupan. Bayangkan kalau ada pasien rawat, bagaimana kondisinya. Nakes harus ikut turun ambil air ke tengah hutan,” tulis akun tersebut.

Dalam video terlihat relawan membawa jeriken air menggunakan ambulans demi memenuhi kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.

Ribuan warga masih mengungsi

Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah, hingga kini sebanyak 2.116 warga masih mengungsi akibat banjir bandang dan longsor.

Baca Juga: 3.500 Rumah terendam banjir di Subang, Bupati Reynaldy desak BBWS segera normalisasi sungai

Para pengungsi tersebar di lima kecamatan, yakni:

  • Pintu Rime Gayo: 431 jiwa
  • Timang Gajah: 1.166 jiwa
  • Gajah Putih: 84 jiwa
  • Wih Pesam: 319 jiwa
  • Mesidah: 116 jiwa

Sementara itu, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Tercatat 914 unit huntara sedang dibangun di 35 titik di 10 kecamatan dan ditargetkan rampung sebelum Ramadan.

Namun hingga kini, persoalan air bersih masih menjadi masalah paling mendesak bagi warga terdampak banjir di Bener Meriah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X