“Kami terus mendorong BBWS agar segera melakukan normalisasi sungai. Bukan hanya satu sungai, tapi beberapa aliran yang memang sudah dangkal dan rawan meluap. Ini penting supaya banjir tahunan tidak terus berulang,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Subang bersama TNI-Polri terus melakukan koordinasi agar proses penanganan bisa segera direalisasikan tanpa terkendala kewenangan.
Baca Juga: Kemenkeu bantah hoaks suntikan dana Rp200 triliun ke Bank Himbara
“Kami mohon bantuan dari semua pihak. Kita terus berupaya melakukan pemulihan, apalagi menurut BMKG, beberapa hari ke depan curah hujan masih cukup tinggi. Mudah-mudahan banjir tidak bertambah dan bisa segera surut,” katanya.
Antisipasi dan penanganan darurat terus dilakukan
Pemerintah daerah saat ini juga terus menyiapkan langkah tanggap darurat, mulai dari penyediaan logistik, dapur umum, hingga pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Petugas gabungan disiagakan untuk membantu evakuasi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, sembari menunggu langkah konkret dari pemerintah pusat terkait normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang.***
Artikel Terkait
Penanganan banjir Pantura, Bupati Subang temui kepala BNPB, ini yang dibicarakan
Viral warga Bekasi ngadu ke KDM soal banjir harapan indah, developer diminta temui konsumen
Kapolres Subang turun langsung ke lokasi banjir Ciasem, fokus pemulihan warga dan trauma healing
Banjir kembali rendam Ciasem, kerusakan tanggul jadi sorotan utama
Banjir bandang terjang Desa Penakir Pemalang, rumah dan jembatan rusak
141 Warga mengungsi di bawah Flyover Pamanukan, banjir Sungai Cigadung kembali rendam Desa Mulyasari
141 Warga mengungsi, Bupati Subang desak BBWS segera normalisasi Sungai Cigadung