141 Warga mengungsi, Bupati Subang desak BBWS segera normalisasi Sungai Cigadung

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 26 Januari 2026 | 20:35 WIB
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi melihat langsung pengungsi yang berasal dari Desa Mulyasari, Pamanukan pada Senin 26 Januari 2026
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi melihat langsung pengungsi yang berasal dari Desa Mulyasari, Pamanukan pada Senin 26 Januari 2026

GENMILENIAL.ID — Banjir kembali merendam wilayah Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang. Luapan Sungai Cigadung menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi ke bawah Flyover Pamanukan, Senin 26 Januari 2026. 

Kondisi ini kembali membuka persoalan lama yang hingga kini belum tertangani secara menyeluruh, pendangkalan sungai dan lambannya normalisasi.

Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 141 jiwa dari 40 kepala keluarga mengungsi akibat genangan air setinggi 50 sentimeter hingga 1 meter.

Sebagian besar pengungsi berasal dari wilayah yang selama ini memang menjadi langganan banjir tahunan.

Baca Juga: 141 Warga mengungsi di bawah Flyover Pamanukan, banjir Sungai Cigadung kembali rendam Desa Mulyasari

Bupati Subang soroti kewenangan BBWS

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi turun langsung meninjau lokasi pengungsian.

Ia menegaskan bahwa persoalan banjir di kawasan Pamanukan tidak bisa diselesaikan setengah-setengah karena menyangkut kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Insya Allah, karena ini kewenangannya BBWS, kami terus berkoordinasi dan mendorong agar normalisasi sungai segera dilakukan. Bukan hanya satu sungai, tapi beberapa sungai di wilayah ini yang perlu dinormalisasi supaya banjir tahunan tidak terus berulang,” ujar Reynaldy di lokasi pengungsian.

Baca Juga: Kemenkeu bantah hoaks suntikan dana Rp200 triliun ke Bank Himbara

Menurutnya, Pemerintah Daerah tidak bisa bertindak sembarangan karena normalisasi sungai berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS. Namun demikian, pihaknya terus melakukan tekanan agar penanganan segera dilakukan.

“Kami terus mendorong. Pak Dandim dan Pak Kapolres juga ikut mendorong agar BBWS segera turun langsung. Kalau Pemda yang turun justru bisa jadi temuan, karena bukan kewenangan kami. Tapi masyarakat tidak bisa menunggu, dampaknya sudah sangat terasa,” tegasnya.

Banjir tahunan dan dampak bagi warga

Banjir yang melanda Desa Mulyasari disebut bukan kejadian baru. Warga mengaku hampir setiap tahun menghadapi situasi serupa akibat dangkalnya Sungai Cigadung dan buruknya sistem aliran air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X