“Ayah mana yang tidak hancur hatinya saat melihat anaknya sakit,” tulis akun @awa*e.
“Aceh sayang, semoga segera pulih. Kuatkan hati para orang tua di sana,” tulis akun @raff*a.
Baca Juga: Tiga nama mengerucut, penentuan Dewan Pengawas Perumda TRS masuk tahap penentuan oleh Bupati Subang
“Paling nggak tega kalau lihat orang tua nggak berdaya demi anaknya. Semoga lekas sembuh ya Nak, sabar ya Pak," tulis akun @dama*n
Lhok Pungki masih terisolir
Dusun Lhok Pungki sendiri merupakan wilayah pedalaman yang hingga kini masih kesulitan akses.
Untuk mencapai lokasi, warga harus melewati jalan berlumpur menggunakan sepeda motor, lalu menyeberang dengan getek sederhana.
Getek tersebut hanya bisa digunakan saat arus sungai tenang. Jika debit air meningkat, warga terpaksa menunggu berjam-jam untuk bisa menyeberang.
Berdasarkan data lapangan, sekitar 489 jiwa warga Dusun Lhok Pungki masih membutuhkan bantuan, baik berupa layanan kesehatan, logistik, hingga akses infrastruktur pascabanjir yang menghancurkan permukiman mereka.
Kisah sang ayah yang datang ke posko kesehatan dengan penuh harap menjadi simbol betapa bantuan dan perhatian masih sangat dibutuhkan, terutama bagi warga di wilayah terisolir yang hingga kini belum sepenuhnya pulih dari bencana.***
Artikel Terkait
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama
Pamit umrah, Salim A Fillah tinggalkan jejak kebaikan di Aceh usai bangun jembatan hingga sekolah darurat
Terobos banjir demi mengajar, aksi guru matematika SMK Serang ini tuai salut warganet
Pedagang es kelapa di Gowa viral daftarkan 24 kerabat haji, total setoran tembus Rp600 juta
Sekolah rusak diterjang banjir bandang, bocah asal Agam Sumbar ini harap bisa belajar normal kembali
Sebulan jelang Ramadan, warga Aceh masih bergulat dengan lumpur sisa banjir bandang
Lhok Pungki, Dusun di Aceh Utara yang kini berubah jadi sungai pascabanjir bandang