Warga secara bergantian membantu menarik dan menahan tali saat nakes menyeberang, agar tidak terseret arus.
Dalam unggahan lain di akun TikTok @ikas.mida, terlihat alternatif jalur berupa jembatan tali darurat yang dibangun secara swadaya.
Baca Juga: Baskara Putra luruskan stigma Aksi Kamisan, tegaskan perjuangan HAM bukan isu lima tahunan
Jembatan tersebut hanya terdiri dari tali dan pijakan sederhana, namun menjadi satu-satunya harapan bagi warga dan relawan untuk berpindah desa.
Kondisi ini memperlihatkan betapa rapuhnya akses transportasi pascabencana, sekaligus menegaskan tingginya risiko yang harus dihadapi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Lima desa masih terisolir pascabanjir
Sejak banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025, hingga kini masih terdapat lima desa di Kecamatan Linge yang terisolir, yakni Desa Linge, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, dan Kute Reje.
Sekitar 2.000 jiwa di wilayah tersebut belum dapat beraktivitas normal lantaran dua akses utama, Jembatan Kala Ilie dan Jembatan Reje Payung, putus total diterjang banjir.
Akibatnya, distribusi logistik dan bantuan kesehatan harus dilakukan secara estafet, baik dengan melansir barang melewati jembatan darurat, menggunakan jalur sungai, maupun bantuan udara.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 22 Januari 2026 mendatang.
Namun hingga kini, warga masih berharap adanya percepatan pemulihan infrastruktur agar akses pelayanan dasar, terutama kesehatan, dapat kembali berjalan normal.
Perjuangan para nakes ini menjadi potret nyata dedikasi di tengah keterbatasan, sekaligus pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal bantuan logistik, tetapi juga soal membuka kembali akses kehidupan.***
Artikel Terkait
Bikin terharu, anak-anak TK di Aceh Tamiang nyanyikan lagu penyemangat untuk prajurit TNI pembersih sisa banjir
Cerita penyintas banjir bandang Aceh Tamiang: Dikira banjir biasa, kami tak punya persiapan
Influencer King Abdi ungkap kebutuhan mendesak warga Aceh Tamiang, bukan hanya makanan tapi obat penyakit kulit
Guru di Pidie Jaya Aceh viral menangis usai laptop sekolah tertimbun lumpur, ungkap banyak data pensiun guru senior
Pulang dari pesantren, bocah Aceh Tamiang dapati rumahnya sudah hanyut diterjang banjir bandang
Akses darat masih putus, warga desa terisolir di Aceh Tengah jalan kaki 2 km lewati sungai demi jual durian
Pemulihan pertanian jadi kunci hidup 80 persen warga, influencer Virdian Aurellio soroti kondisi petani Aceh Tamiang pascabanjir