Bandingkan foto Jokowi saat muda secara matematika, dokter Tifa: Kemiripannya kurang dari 1 persen

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 9 Januari 2026 | 23:55 WIB
Dokter Tifa ceritakan proses penelitian secara matematika pada ijazah Jokowi (YouTube/Bambang Widjojanto)
Dokter Tifa ceritakan proses penelitian secara matematika pada ijazah Jokowi (YouTube/Bambang Widjojanto)

GENMILENIAL.ID — Dokter Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai dokter Tifa mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan pendekatan matematika dan ilmu kedokteran dalam meneliti polemik ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Salah satu fokus kajiannya adalah perbandingan foto Jokowi di masa muda dengan foto Jokowi di usia sekarang.

Pernyataan tersebut disampaikan dokter Tifa dalam sebuah siaran podcast yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Kamis, 8 Januari 2026.

Baca Juga: KPK tetapkan eks Menag Yaqut dan stafsus Gus Alex sebagai tersangka korupsi kuota haji 2024

Dalam penjelasannya, dokter Tifa menegaskan bahwa metode yang digunakannya bukan opini, melainkan perhitungan berbasis ilmu pengetahuan.

Gunakan Pendekatan Matematika Kedokteran

Dokter Tifa menjelaskan latar belakang keilmuannya sebagai seorang epidemiolog yang terbiasa menggunakan matematika dalam menganalisis data medis.

“Saya itu basic-nya seorang epidemiologist, ahli epidemiologi. Di situ matematika menjadi dasar untuk mengukur prediksi, probabilitas, prognosis, sampai ketepatan diagnosis,” ujar dokter Tifa.

Menurutnya, pola berpikir tersebut kemudian ia terapkan dalam menganalisis foto-foto Jokowi yang beredar di ruang publik.

Baca Juga: Akses utama putus, lebih dari sebulan pascabanjir Desa Sikundo Aceh Barat masih terisolir

Ia memandang setiap objek kajian sebagai kumpulan angka dan rasio yang bisa dihitung secara sistematis.

“Jadi apa pun yang saya lihat, saya tempatkan sebagai bilangan matematika,” lanjutnya.

Analisis foto Jokowi jadi pemicu pelaporan

Dokter Tifa menyebut, analisis foto tersebut sempat ia sampaikan dalam sebuah forum diskusi publik dan diunggah melalui media sosial X.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X