GENMILENIAL.ID — Lebih dari sebulan pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025, sejumlah wilayah masih mengalami kesulitan akses darat.
Salah satunya adalah Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, yang hingga kini masih terisolir.
Putusnya akses jalan utama membuat warga Desa Sikundo harus menempuh jalur ekstrem demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.
Baca Juga: Bupati Subang buka fakta open bidding: Saudara ikut, hasil tetap gugur
Warga lewati sungai dan tebing curam
Video yang memperlihatkan perjuangan warga Desa Sikundo dibagikan akun TikTok @emaa.0702 pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dalam rekaman tersebut, terlihat warga berjalan di tepi sungai dengan arus cukup deras.
Untuk bisa melintas, warga harus turun ke sungai dan berpegangan pada tali yang dipasang di pinggir aliran air.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri tebing curam dan licin akibat tanah basah pascabanjir.
Kondisi tersebut memperlihatkan betapa beratnya aktivitas mobilitas warga, terutama bagi anak-anak, lansia, dan perempuan.
Distribusi logistik terkendala
Terisolirnya Desa Sikundo membuat pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi tidak optimal.
Artikel Terkait
Akses sekolah terputus pascabanjir, guru di Aceh Tengah pertaruhkan nyawa seberangi sungai dengan sling
Tali jembatan darurat putus di Aceh Tengah, relawan terjatuh saat salurkan bantuan ke desa terisolir
Di tengah status transisi darurat, anak-anak dusun pedalaman Aceh Utara tertawa saat terima bantuan kasur
Mengalah demi sesama, warga Aceh Tamiang relakan antrean Huntara untuk penyintas yang lebih terisolir
'Kami bukan orang malas', curhat Kepala Desa Aceh Tengah ungkap akses terputus jadi derita pascabanjir
Demi tak terisolir, warga Aceh Tengah gotong royong pikul sling 125 meter sejauh 3 kilometer
Viral dugaan pungli ke relawan bencana Aceh di Palembang, Dishub klaim pelaku bukan anggotanya