Menunggu bantuan air bersih, warga Tamiang Hulu bertahan gunakan air sisa banjir untuk kebutuhan sehari-hari

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:58 WIB
Warga di Tamiang Hulu, Aceh Tamiang menggunakan air sisa banjir untuk beraktivitas (Instagram/a.muhammadkurniawan.s)
Warga di Tamiang Hulu, Aceh Tamiang menggunakan air sisa banjir untuk beraktivitas (Instagram/a.muhammadkurniawan.s)

Dalam video yang sama, tampak warga mencuci peralatan makan menggunakan air sisa banjir. Pilihan sulit ini harus diambil lantaran tidak adanya sumber air bersih yang layak digunakan.

Situasi tersebut mencerminkan kondisi darurat yang masih dialami warga pascabanjir.

Baca Juga: Aki alat berat dicuri, warga Lapau Munggu terpaksa perkuat tanggul sungai secara manual

Selain ancaman penyakit kulit, penggunaan air tercemar juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan lain, seperti infeksi saluran pencernaan dan penyakit mata.

Ancaman penyakit pascabanjir perlu diantisipasi

Penyakit kulit menjadi salah satu dampak kesehatan yang paling umum muncul setelah bencana banjir.

Risiko ini meningkat ketika warga tidak memiliki akses air bersih dan sanitasi yang memadai.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada distribusi logistik makanan, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar lain yang krusial, terutama air bersih.

Baca Juga: Bukan sekadar simbol, toleransi lintas agama di Dusun Thekelan hidup sebagai tradisi turun-temurun

IDI ingatkan pentingnya air bersih dalam situasi darurat

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2018–2021, dr. Daeng Mohammad Faqih, menekankan pentingnya ketersediaan air bersih dan obat-obatan dalam penanganan bencana.

“Ketersediaan air dan makanan itu penting banget. Kalau tidak tersedia, bisa timbul komplikasi penyakit lain. Itu yang dikhawatirkan,” ujarnya, dikutip dari podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu, 27 Desember 2025.

Ia juga menjelaskan bahwa banjir berpotensi menimbulkan beragam penyakit, mulai dari gangguan paru-paru, pencernaan, mata, hingga kulit.

Baca Juga: Berstatus objek vital nasional, PT Dahana uji kesiapan karyawan hadapi skenario darurat

“Banjir itu air. Bisa terhirup ke paru-paru, termakan ke saluran cerna, kena mata jadi penyakit mata, kena kulit jadi penyakit kulit,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X