Bantuan ditarik usai dugaan pencurian aki
Gotong royong manual tersebut dilakukan setelah alat berat yang sebelumnya membantu penanganan sungai ditarik.
Penarikan alat berat diduga berkaitan dengan pencurian aki yang terjadi pada awal Desember lalu.
“RT kami sudah mencoba mengajukan permintaan alat berat lagi, tapi ditolak karena pernah ada kemalingan aki dari alat tersebut,” tulisnya.
Ia mengungkapkan, aki alat berat tersebut diduga hilang pada 9 Desember 2025, saat alat baru beroperasi selama tiga hari.
Pencurian diduga terjadi menjelang subuh, ketika warga yang berjaga sempat terlelap.
“Selama alat berat bekerja kemarin, warga sudah ronda. Di hari akinya hilang, warga ronda sampai jam setengah empat subuh,” ungkapnya.
Menurut penuturannya, jarak parkir alat berat yang agak jauh dari rumah warga diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Berharap bantuan kembali, warga siap perketat ronda
Meski kecewa, warga Lapau Munggu menegaskan tidak lepas tangan atas kejadian tersebut.
Mereka mengaku telah berupaya menelusuri keberadaan aki yang hilang, sembari tetap fokus pada keselamatan lingkungan sekitar.
“Kami para warga juga sudah berusaha mencari tahu soal aki yang hilang,” tuturnya.
Artikel Terkait
Kearifan lokal warga Desa Sekumur: Saring air sungai jadi bersih pascabanjir Aceh Tamiang
Darurat air bersih Aceh Tamiang: Warga bertahan 15 hari konsumsi air menghijau bekas pabrik sawit
Pecah tangis syukur warga Pulau Tiga Aceh Tamiang saat relawan pertama tiba usai banjir
Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir
Momen haru penyintas banjir Aceh Tamiang pilih ambil bantuan secukupnya: Korban bukan kami sendiri
Tolak terisolasi, warga Rusip Antara gotong royong bangun jembatan darurat tanpa alat berat
Sherly Annavita bongkar realita distribusi bantuan bencana Sumatera: Akses terjal hingga minim komando terpusat