Warga pun berharap bantuan alat berat bisa kembali diberikan, mengingat kondisi sungai yang kembali bercabang dan berpotensi mengancam permukiman.
“Kami sudah sepakat, kalau dapat bantuan alat berat lagi, ronda akan lebih ketat dan parkir alat berat akan disediakan di depan rumah warga,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan kriminal di tengah situasi bencana tak hanya merugikan materi, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan banyak orang.***
Artikel Terkait
Kearifan lokal warga Desa Sekumur: Saring air sungai jadi bersih pascabanjir Aceh Tamiang
Darurat air bersih Aceh Tamiang: Warga bertahan 15 hari konsumsi air menghijau bekas pabrik sawit
Pecah tangis syukur warga Pulau Tiga Aceh Tamiang saat relawan pertama tiba usai banjir
Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir
Momen haru penyintas banjir Aceh Tamiang pilih ambil bantuan secukupnya: Korban bukan kami sendiri
Tolak terisolasi, warga Rusip Antara gotong royong bangun jembatan darurat tanpa alat berat
Sherly Annavita bongkar realita distribusi bantuan bencana Sumatera: Akses terjal hingga minim komando terpusat