“Ketersediaan air dan makanan ini penting banget. Kalau tidak tersedia, maka mungkin timbul komplikasi penyakit yang lain. Itu yang dikhawatirkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, korban bencana seharusnya bisa segera ditolong dan dipulihkan.
Baca Juga: Libur Natal berlangsung, IFG optimalkan perlindungan masyarakat sambut tahun baru 2026
Namun jika pelayanan lambat akibat minimnya air, makanan, obat, serta tenaga medis, maka risiko wabah penyakit di pengungsian akan semakin besar.
“Jadi mestinya cepat ditolong, cepat sembuh. Kalau itu tidak cepat, nanti akan timbul penyakit lain yang memperparah kondisi di pengungsian,” paparnya.
Posko kesehatan harus aktif, bukan sekadar ada
Menanggapi kebijakan Kementerian Kesehatan, dr. Daeng menilai bahwa masih banyak posko kesehatan yang seharusnya diaktifkan secara maksimal di lokasi pengungsian.
Pelayanan medis, menurutnya, harus bisa dilakukan langsung di posko tanpa harus merujuk korban ke rumah sakit.
Baca Juga: Kapolres Subang dampingi Gubernur Jabar, pengamanan ibadah Natal 2025 dipastikan aman dan kondusif
“Masih banyak posko-posko yang harus dihidupkan, karena situasi banjir itu banyak penyakit yang mesti cepat ditolong di posko tanpa dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa yang terpenting bukan sekadar keberadaan bangunan posko atau Puskesmas, melainkan fungsi pelayanannya yang benar-benar berjalan dan mudah diakses warga.
Tenaga medis harus sesuai karakter bencana
Dr. Daeng juga menyoroti kabar pengiriman tenaga medis ke wilayah terdampak banjir di Sumatera, yang disebut didominasi dokter ortopedi dan bedah.
Ia menilai, jenis dokter yang dikirim harus disesuaikan dengan karakter bencana yang terjadi.
Baca Juga: Arus Natal meningkat tajam, volume kendaraan ke arah Cirebon di Tol Cipali naik 86 persen
Artikel Terkait
Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir
Momen haru penyintas banjir Aceh Tamiang pilih ambil bantuan secukupnya: Korban bukan kami sendiri
Tolak terisolasi, warga Rusip Antara gotong royong bangun jembatan darurat tanpa alat berat
Ferry Irwandi ingatkan risiko syok pasar usai kirim cabe dari Aceh: Rantai suplai jangan rusak
Sherly Annavita bongkar realita distribusi bantuan bencana Sumatera: Akses terjal hingga minim komando terpusat
Di tengah banjir Aceh Tamiang, kisah ayah selamatkan kucing peliharaan ini bikin haru warganet
Sawah dan rumah hancur, begini kondisi Garoga Tapsel tiga pekan setelah dihantam banjir bandang kayu gelondongan