Baca Juga: Lelah makan mi di pengungsian, sepiring nasi Padang jadi 'hari raya' bagi korban banjir Aceh Tamiang
“Ema, besok akan ada petugas yang datang ke sini untuk mengecek. Nanti dibawa ke rumah sakit. Ibu tidak perlu memikirkan biaya,” ujar Kang Rey kepada orang tua pasien.
Ia bahkan memastikan, jika pasien harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah seperti Bandung, pemerintah telah menyiapkan rumah singgah untuk pendamping pasien.
“Kalau harus dirujuk, sudah ada rumah singgah. Ibu cukup fokus mendampingi anak,” imbuhnya.
Pastikan penanganan berkelanjutan
Kang Rey menegaskan, Pemkab Subang tidak hanya menangani tahap awal, tetapi juga memastikan proses pengobatan berjalan hingga tuntas.
Ia meminta jajarannya melakukan pengawalan penuh agar tidak ada hambatan dalam pelayanan kesehatan.
“Kalau mau dibawa ke mana, tinggal lapor ke saya. Nanti saya arahkan. Yang penting warga tertangani,” ucapnya.
Kunjungan tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah daerah dalam merespons cepat persoalan kesehatan masyarakat.
Langkah jemput bola ini sekaligus menegaskan bahwa akses layanan kesehatan adalah hak warga yang harus dipenuhi tanpa diskriminasi, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.***
Artikel Terkait
Kang Rey: Subang tak butuh pembangunan instan, tapi berakar pada budaya leluhur
Kang Rey ajak pemuda Subang bergerak dan bersatu: Jangan hanya bangga pada sumpahnya, tapi buktikan aksinya!
Bupati Subang sindir pihak yang ‘meramaikan fitnah’, minta dukungan warga agar program pembangunan tidak terganggu
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Bencana Sumatera cermin kerusakan lingkungan
BAZNAS Subang incar pengumpulan ZIS lebih luas, perkuat transparansi dan kerja sama media
Jalan Kawunganten–Sindangsari akhirnya mulus, Kang Rey tegaskan 2027 tak boleh ada lagi jalan rusak di Subang
Desa wisata jadi mesin ekonomi warga, Wabup Subang tegaskan seni lokal tak sekadar tontonan