Kang Rey: Subang tak butuh pembangunan instan, tapi berakar pada budaya leluhur

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 24 Juli 2025 | 19:35 WIB
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi berikan sambutan pada pengukuhan Pengurus Aliansi Dewan Adat dan Budaya (ADAB) Kabupaten Subang, Kamis 24 Juli 2025 (Dok. Istimewa)
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi berikan sambutan pada pengukuhan Pengurus Aliansi Dewan Adat dan Budaya (ADAB) Kabupaten Subang, Kamis 24 Juli 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau yang akrab disapa Kang Rey, menegaskan bahwa arah pembangunan Subang ke depan tidak boleh sekadar mengejar fisik atau kemajuan instan, tetapi harus berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal.

Hal itu disampaikan saat pengukuhan Pengurus Aliansi Dewan Adat dan Budaya (ADAB) Kabupaten Subang, Kamis 24 Juli 2025, bertepatan dengan Milangkala ke-57 Kecamatan Purwadadi.

Dalam suasana meriah di Alun-Alun Purwadadi, Kang Rey hadir bersama Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur) dan disambut berbagai pentas seni lokal, mulai dari Tari Lisung hingga Rajah Bubuka.

Baca Juga: Honda ADV 160 masih dikeluhkan: Jok keras, shock kurang nyaman, hingga mesin rawan benturan

Namun lebih dari sekadar seremoni, Kang Rey menekankan bahwa ADAB bukanlah lembaga simbolik, tapi penjaga arah peradaban Subang.

“Kebudayaan adalah jati diri bangsa. Setelah dikukuhkan, ADAB harus jadi penjaga nilai-nilai adat Subang dan memberi solusi konkret untuk pembangunan yang berakar pada budaya lokal,” ujar Kang Rey.

Ia menyebut bahwa Subang beruntung masih memiliki lembaga adat yang hidup dan aktif, sebagai pengingat bahwa warisan leluhur bukan barang usang, melainkan fondasi untuk membentuk karakter masyarakat dan arah kebijakan masa depan.

“Bangsa besar adalah bangsa yang tidak melupakan adat dan budayanya. Budaya itu bukan nostalgia. Itu pelajaran untuk anak cucu kita,” tuturnya.

Baca Juga: Bung Towel desak Garuda menang KO: Jangan andalkan keberuntungan lawan Saudi-Irak

Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan bahwa pembangunan Subang ke depan tidak hanya akan fokus pada infrastruktur, melainkan juga karakter daerah.

Ia ingin setiap aspek kemajuan mencerminkan identitas lokal, termasuk dalam desain ruang publik hingga batas-batas wilayah.

“Setiap perbatasan akan dibuat secantik mungkin dengan ornamen budaya lokal. Supaya orang tahu, ini Subang. Ini lemah cai urang,” ujarnya tegas.

Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Dedi Mulyadi, yang menurut Kang Rey mendorong pembangunan daerah dengan fondasi ideologi budaya.

Baca Juga: Perumda TRS Subang aktif rawat taman eks bangli di Dawuan, 16 kubik air disiram setiap pekan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X