Warga mengantre mengelilingi kendaraan tersebut, sebagian membawa jeriken, sementara kondisi di sekitar menunjukkan tebing-tebing yang masih menyisakan bekas longsoran berwarna merah.
Unggahan itu menggambarkan bagaimana keterbatasan akses memaksa warga mengandalkan distribusi BBM skala kecil yang masuk ke kampung, sehingga memunculkan fenomena yang disebut warga sebagai 'pasar minyak dadakan.'
Warga rela jalan kaki 3–4 jam demi seperti sejengkal beras
Video lainnya dari akun TikTok @joe_sastra memperlihatkan warga melintasi jalur bekas longsoran tanah di kawasan jalur KKA Bener Meriah—Aceh Utara.
Mereka tampak berjalan membawa karung beras dan jeriken BBM yang didapat setelah menempuh perjalanan panjang.
Baca Juga: Lumpur pascabanjir hampir seatap, warga di Sumatera harus merangkak saat masuk rumah
Pemilik akun menjelaskan bahwa pada 9 Desember 2025, alat berat mulai bekerja membuka jalur, namun warga masih harus berjalan kaki untuk mencari kebutuhan pokok.
Perjalanan menuju Kampung Kem bisa mencapai 3 jam, bahkan hingga 4 jam bagi warga yang tinggal lebih jauh.
Dalam salah satu video, seorang warga mengaku harus berjalan kaki selama 3–4 jam hanya untuk mendapatkan beras.
Meski berat dan berbahaya, warga tetap melakoni perjalanan tersebut karena tidak memiliki pilihan lain.
Lebih dari 46 ribu warga masih terisolasi
Menurut data Pemerintah Provinsi Aceh, sekitar 46.611 jiwa di Bener Meriah masih mengalami keterisolasian akibat akses jalan yang belum sepenuhnya dibuka.
Kondisi ini menuntut percepatan penanganan baik dari pemerintah daerah maupun BNPB agar distribusi bantuan lebih lancar dan aman.***
Artikel Terkait
Bertaruh nyawa di jalur longsoran, pengungsi banjir Aceh Utara cari beras dan BBM
Pilu pria di Sibolga kumandangkan azan setiap hari di lokasi terakhir ia melihat istrinya yang hilang tertimbun longsor
Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan
Lumpur pascabanjir hampir seatap, warga di Sumatera harus merangkak saat masuk rumah
BNPB: Korban meninggal banjir dan longsor di Sumatera tembus 990 jiwa, upaya pencarian terus dilakukan
Harunya pengungsi Aceh Tamiang: Lapar berhari-hari, tapi tetap tidak serakah saat dapat bantuan
Kayu menumpuk jadi kendala, Gubernur Aceh ungkap Tim China sulit deteksi jenazah korban banjir