3 Jam jalan kaki demi beras dan BBM: Warga Bener Meriah kerubungi mobil pengangkut minyak di tengah akses terisolasi

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 12 Desember 2025 | 22:39 WIB
Warga Bener Meriah, Aceh  yang mencari bantuan sembako hingga BBM (TikTok/seputar.provinsi.aceh - joe_sastra)
Warga Bener Meriah, Aceh yang mencari bantuan sembako hingga BBM (TikTok/seputar.provinsi.aceh - joe_sastra)

Warga mengantre mengelilingi kendaraan tersebut, sebagian membawa jeriken, sementara kondisi di sekitar menunjukkan tebing-tebing yang masih menyisakan bekas longsoran berwarna merah.

Baca Juga: BNPB: Korban meninggal banjir dan longsor di Sumatera tembus 990 jiwa, upaya pencarian terus dilakukan

Unggahan itu menggambarkan bagaimana keterbatasan akses memaksa warga mengandalkan distribusi BBM skala kecil yang masuk ke kampung, sehingga memunculkan fenomena yang disebut warga sebagai 'pasar minyak dadakan.'

Warga rela jalan kaki 3–4 jam demi seperti sejengkal beras

Video lainnya dari akun TikTok @joe_sastra memperlihatkan warga melintasi jalur bekas longsoran tanah di kawasan jalur KKA Bener Meriah—Aceh Utara.

Mereka tampak berjalan membawa karung beras dan jeriken BBM yang didapat setelah menempuh perjalanan panjang.

Baca Juga: Lumpur pascabanjir hampir seatap, warga di Sumatera harus merangkak saat masuk rumah

Pemilik akun menjelaskan bahwa pada 9 Desember 2025, alat berat mulai bekerja membuka jalur, namun warga masih harus berjalan kaki untuk mencari kebutuhan pokok.

Perjalanan menuju Kampung Kem bisa mencapai 3 jam, bahkan hingga 4 jam bagi warga yang tinggal lebih jauh.

Dalam salah satu video, seorang warga mengaku harus berjalan kaki selama 3–4 jam hanya untuk mendapatkan beras.

Meski berat dan berbahaya, warga tetap melakoni perjalanan tersebut karena tidak memiliki pilihan lain.

Baca Juga: Subang serius bangun bibit sepak bola: Kang Rey dorong pembinaan usia dini usai final Bupati Cup U-17

Lebih dari 46 ribu warga masih terisolasi

Menurut data Pemerintah Provinsi Aceh, sekitar 46.611 jiwa di Bener Meriah masih mengalami keterisolasian akibat akses jalan yang belum sepenuhnya dibuka.

Kondisi ini menuntut percepatan penanganan baik dari pemerintah daerah maupun BNPB agar distribusi bantuan lebih lancar dan aman.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X