Novel menerangkan bahwa kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas ilegal perusahaan dapat dihitung kerugiannya melalui pendekatan social cost, sebagaimana digunakan oleh Kejaksaan Agung dalam beberapa kasus besar.
“Kerugian tidak hanya dilihat dari kerugian langsung, tapi juga kerugian ekonomi yang tak bisa dimanfaatkan, kerugian dari dampak kerusakan yang terjadi, dan biaya rehabilitasi yang diperlukan untuk kembali semula,” paparnya.
Nilainya, kata Novel, pasti sangat besar jika dihitung secara menyeluruh.
Apresiasi untuk masyarakat yang terus mengawal isu banjir di Sumatera
Novel juga mengapresiasi masyarakat yang aktif memantau perubahan kondisi alam, terutama hilangnya kawasan hutan di Sumatera.
Melalui data satelit dan rekaman citra, masyarakat kini lebih mudah mengawasi kerusakan lingkungan.
“Dengan begitu, kita berharap semakin banyak orang mengawasi dan melaporkan praktik-praktik jahat yang merusak lingkungan dan berdampak luar biasa,” ucapnya.
“Harapannya pemerintah dan penegak hukum tidak punya alasan untuk bilang tidak tahu," tambahnya.
Dorongan kepada pemerintah untuk bertindak cepat
Terkait distribusi bantuan yang dinilai masih terhambat, Novel berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk membantu warga yang terdampak.
“Semoga pemerintah segera menolong yang belum sempat tertolong dan melakukan perbaikan agar bisa kembali seperti semula,” katanya.
Novel menegaskan bahwa bencana ekologis yang terjadi saat ini merupakan tanda bahwa regulasi terkait tata kelola sumber daya alam perlu ditegakkan dengan lebih serius, termasuk aturan penggunaan kawasan hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyangga lingkungan.***
Artikel Terkait
Cak Imin desak evaluasi total kebijakan lingkungan: Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri
Soal izin tambang dan buka lahan, WALHI sentil negara terkait pengawasan yang longgar: Seperti memfasilitasi kejahatan lingkungan
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Bencana Sumatera cermin kerusakan lingkungan
Eks penyelidik KPK soroti dugaan pembalakan liar di balik banjir Sumatera, singgung peran korporasi hingga pejabat
Ribuan kayu gelondongan bertanda Kemenhut terdampar di pesisir Lampung, diakui berasal dari kecelakaan kapal PT Minas Pagai Lumber
Pengungsi pria di Aceh terpaksa pakai daster demi hangatkan diri: Minim bantuan pakaian pria di posko banjir bandang
Bertaruh nyawa di jalur longsoran, pengungsi banjir Aceh Utara cari beras dan BBM