Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 12 Desember 2025 | 14:05 WIB
Novel Baswedan soroti tentang banjir Sumatera dan kaitannya dengan tindak pidana korupsi (YouTube/Novel Baswedan Podcast)
Novel Baswedan soroti tentang banjir Sumatera dan kaitannya dengan tindak pidana korupsi (YouTube/Novel Baswedan Podcast)

Novel menerangkan bahwa kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas ilegal perusahaan dapat dihitung kerugiannya melalui pendekatan social cost, sebagaimana digunakan oleh Kejaksaan Agung dalam beberapa kasus besar.

“Kerugian tidak hanya dilihat dari kerugian langsung, tapi juga kerugian ekonomi yang tak bisa dimanfaatkan, kerugian dari dampak kerusakan yang terjadi, dan biaya rehabilitasi yang diperlukan untuk kembali semula,” paparnya.

Nilainya, kata Novel, pasti sangat besar jika dihitung secara menyeluruh.

Baca Juga: Mobil MBG seruduk siswa SDN 01 Kalibaru Cilincing, 18 korban dilarikan ke RS saat kegiatan literasi pagi

Apresiasi untuk masyarakat yang terus mengawal isu banjir di Sumatera

Novel juga mengapresiasi masyarakat yang aktif memantau perubahan kondisi alam, terutama hilangnya kawasan hutan di Sumatera.

Melalui data satelit dan rekaman citra, masyarakat kini lebih mudah mengawasi kerusakan lingkungan.

“Dengan begitu, kita berharap semakin banyak orang mengawasi dan melaporkan praktik-praktik jahat yang merusak lingkungan dan berdampak luar biasa,” ucapnya.

“Harapannya pemerintah dan penegak hukum tidak punya alasan untuk bilang tidak tahu," tambahnya.

Baca Juga: Ibu hamil menjelang HPL jadi korban kebakaran Terra Drone, ini aturan cuti melahirkan yang berlaku di Indonesia

Dorongan kepada pemerintah untuk bertindak cepat

Terkait distribusi bantuan yang dinilai masih terhambat, Novel berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk membantu warga yang terdampak.

“Semoga pemerintah segera menolong yang belum sempat tertolong dan melakukan perbaikan agar bisa kembali seperti semula,” katanya.

Novel menegaskan bahwa bencana ekologis yang terjadi saat ini merupakan tanda bahwa regulasi terkait tata kelola sumber daya alam perlu ditegakkan dengan lebih serius, termasuk aturan penggunaan kawasan hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyangga lingkungan.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X