Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal aksi udunan warga Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 9 Desember 2025 | 23:36 WIB
Menyoroti kontroversi influencer, Ferry Irwandi dengan anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya ihwal aksi donasi warga untuk korban bencana Sumatera (Instagram.com/@irwandiferry)
Menyoroti kontroversi influencer, Ferry Irwandi dengan anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya ihwal aksi donasi warga untuk korban bencana Sumatera (Instagram.com/@irwandiferry)

Sindiran Endipat: Bantuan pemerintah vs udunan warga

Kontroversi bermula saat Endipat membandingkan donasi Rp10 miliar yang dihimpun Ferry Irwandi cs dengan bantuan pemerintah yang diklaim mencapai triliunan rupiah.

Baca Juga: Seorang ibu di Aceh Utara kehilangan suami dan putra bungsunya saat banjir bandang, sisakan kenangan sebuah foto kecil

Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Kerja Komisi I DPR dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

"Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara sudah hadir dari awal," ujar Endipat.

Ia juga menyebut bahwa pemerintah telah mendirikan ratusan posko, sementara pihak yang datang memberikan satu posko tidak seharusnya merasa yang paling bekerja.

Endipat bahkan meminta pemerintah meningkatkan publikasi agar tidak muncul anggapan bahwa negara tidak hadir.

Baca Juga: Pemulihan air bersih di Cibago, Perumda TRS ganti 300 meter jaringan pipa yang rusak

Menurutnya, informasi mengenai kerja pemerintah harus disampaikan secara masif agar publik tidak salah persepsi mengenai peran negara dalam penanganan bencana.

Solidaritas publik menguat

Di tengah polemik tersebut, dukungan terhadap Ferry Irwandi justru semakin kuat.

Ferry menyebut solidaritas masyarakat adalah kekuatan utama yang membuatnya memilih merespons polemik secara tenang.

Ia menegaskan bahwa donasi yang dikumpulkan bukan soal siapa yang bekerja lebih banyak, melainkan tentang gotong royong kemanusiaan di tengah musibah besar yang menimpa Sumatera.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X