Menurutnya, lambannya penanganan dapat memicu kemarahan publik yang bisa berdampak pada sentimen terhadap pejabat.
“Jangan sampai psikologis masyarakat yang marah itu muncul lagi. Mereka bisa hopeless, depresi, stres. Ini harus diperhatikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan warga bukan hanya materi, tetapi juga pemulihan mental yang harus dipenuhi secara bersamaan.***
Artikel Terkait
Cerita pilu Ferry Irwandi tembus daerah terisolir untuk salurkan bantuan bencana Sumatera
Menteri LH Hanif Faisol tindak tegas dugaan kayu gelondongan perparah banjir Sumatera
Menhan Sjafrie siapkan helikopter khusus untuk antisipasi penyakit pascabanjir di Sumatera
Harga kebutuhan pokok melonjak saat banjir, Mualem minta Mendagri tindak pedagang nakal
Gubernur Aceh buka pintu bantuan internasional, soroti Tim China hingga imbau warga tak ambil kesempatan
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Bencana Sumatera cermin kerusakan lingkungan
DPR usul bentuk kementerian khusus bencana, soroti skala musibah nasional yang kian meningkat