Proses pengusutan butuh waktu
Raja Juli menekankan pentingnya waktu agar pengusutan dilakukan secara menyeluruh.
Baca Juga: Industri dan pemerintah bersinergi, Desa Patimban nikmati jalan baru dan rumah layak huni
“Beri kesempatan bagi kami memproses semuanya agar tidak terburu-buru,” ujarnya.
Ia menambahkan koordinasi juga dilakukan dengan Satgas Perlindungan Kawasan Hutan (PKH) Kejaksaan Agung untuk mendukung investigasi.
Tapanuli Selatan alami kerusakan parah
Kepala BNPB Suharyanto menyebut dua desa di Tapanuli Selatan mengalami kerusakan berat akibat kayu gelondongan.
“Rusak berat banyak di Tapanuli Selatan, ada dua desa yang mungkin pernah muncul di video itu kayu-kayu besar, ternyata memang di sana,” jelasnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya pastikan banjir Sumatera tak ganggu pertumbuhan ekonomi nasional
Kayu besar yang menghantam rumah menyebabkan rumah-rumah warga masuk kategori rusak berat.
Untuk membantu pembersihan, pemerintah menyiapkan alat berat dan senso.
“Tadi Pak Bupati Tapanuli Selatan minta senso, kita janjikan 100 karena kayunya besar-besar sekali, kita akan kirim 100 dan alat berat,” tutur Suharyanto.
“Untuk membantu pembersihan rumah masyarakat dan lingkungan, itu menggunakan alat berat, kita capit, tapi yang besar-besar kita senso dulu," tambahnya.***
Artikel Terkait
Bencana Sumatera: 753 tewas, 650 hilang, 576 ribu warga mengungsi, jalur Medan-Aceh Tamiang mulai terbuka
Pilu Gubernur Mualem lihat bencana Aceh dari udara: Mata menangkap luka di Tanah Rencong
Banjir besar Sumatera disorot, legislator PKB minta Menhut Raja Juli mundur dalam rapat panas DPR
Bupati Aceh Timur semprot Satpol PP soal minimnya bantuan saat banjir bandang menerjang 18 kabupaten dan kota
Soal izin tambang dan buka lahan, WALHI sentil negara terkait pengawasan yang longgar: Seperti memfasilitasi kejahatan lingkungan
BNPB pimpin penanganan bencana di Aceh, Sumut, Sumbar, empati nasional mengalir deras
Menkeu Purbaya pastikan banjir Sumatera tak ganggu pertumbuhan ekonomi nasional