GENMILENIAL.ID — Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Timur memicu kekecewaan mendalam dari Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky.
Dalam apel bersama ASN di Idi, Rabu 3 Desember 2025, ia meluapkan kemarahannya terhadap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai tidak sigap saat ribuan warga terjebak banjir.
Bupati marah: Tidak satu pun inisiatif bawa truk
Iskandar menegaskan bahwa tiga hari pertama sejak banjir bandang merendam wilayah tersebut, tidak ada satu pun truk milik Satpol PP yang terlihat di posko utama banjir di Idi.
Baca Juga: Polres Subang gerak cepat salurkan bantuan untuk warga terdampak luapan Sungai Cikanday di Cisalak
"Untuk Satpol PP, saya kecewa. Saya tidak bisa terhubung dengan kepala Satpol PP, karena sinyal hilang," ujar Iskandar di hadapan para aparatur.
Padahal, truk dibutuhkan untuk mengirimkan bantuan ke wilayah yang terisolasi.
"Tidak satu pun inisiatif datang bawa truk. Kita butuh truk untuk mengangkut bantuan,” tambahnya.
Iskandar bahkan mengatakan siap membawa langsung kendaraan tersebut jika sopir Satpol PP tak bersedia.
"Serahkan ke kami truknya, saya bawa sendiri, atau TNI Polri atau relawan lain yang membantu menjadi sopir," tegasnya.
Menerobos daerah terisolasi untuk selamatkan warga
Tim Pemkab Aceh Timur sebelumnya dilaporkan menerobos akses yang terputus demi menyalurkan bantuan ke warga yang tiga hari terjebak banjir bandang.
Iskandar menyebut pemerintah tak punya pilihan lain untuk menyelamatkan warganya.
Artikel Terkait
Prabowo soroti krisis BBM dan listrik pascabencana Sumatera, Pertamina dan PLN ungkap kendala akses terputus
2 Kabupaten di Sumut nyatakan tak sanggup tangani bencana, Prabowo: Negara kita kuat untuk mengatasi ini
Zulhas tanggapi kritik penanganan bencana Sumatera: Akses sulit, arahan Presiden harus gerak cepat di lapangan
Material kayu gelondongan terbawa banjir di Sumatera, DPR sebut ada masalah serius di hulu dan desak evaluasi kehutanan
Cak Imin desak evaluasi total kebijakan lingkungan: Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri
Tambang masuk babak baru, Kang Rey tekankan ‘jangan korbankan alam demi pembangunan’
Bencana Sumatera: 753 tewas, 650 hilang, 576 ribu warga mengungsi, jalur Medan-Aceh Tamiang mulai terbuka