Zulhas tanggapi kritik penanganan bencana Sumatera: Akses sulit, arahan Presiden harus gerak cepat di lapangan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 2 Desember 2025 | 22:54 WIB
Zulkifli Hasan membeberkan arahan yang diberikan Presiden Prabowo untuk penanganan bencana Sumatera (Instagram/zul.hasan)
Zulkifli Hasan membeberkan arahan yang diberikan Presiden Prabowo untuk penanganan bencana Sumatera (Instagram/zul.hasan)

GENMILENIAL.ID — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, merespons kritik publik terkait lambannya penanganan banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurutnya, faktor geografis dan putusnya akses menjadi penyebab utama keterlambatan distribusi bantuan.

Akses putus dan jalur terbatas, Zulhas: Itu yang dikesankan lama

Zulhas menegaskan bahwa perbedaan akses antara Pulau Jawa dan wilayah Sumatera sangat memengaruhi kecepatan penanganan darurat.

Baca Juga: 2 Kabupaten di Sumut nyatakan tak sanggup tangani bencana, Prabowo: Negara kita kuat untuk mengatasi ini

“Memang Aceh, Sumatera Utara kan jalannya banyak yang putus, itu harus melalui udara. Kalau melalui laut, itu lama. Itu mungkin yang dikesankan lama,” ujarnya dalam podcast di kanal YouTube Denny Sumargo, Selasa, 2 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan kapasitas udara membuat bantuan tak bisa dikirim secepat di Jawa.

“Ada udara, tapi terbatas. Kalau Pulau Jawa kan satu darat,” lanjutnya.

Siklon tropis dan kerusakan lingkungan ikut perparah dampak

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum PAN itu mengingatkan bahwa saat ini merupakan periode siklon tropis yang berdampak luas di negara-negara Asia Tenggara.

Baca Juga: Prabowo soroti krisis BBM dan listrik pascabencana Sumatera, Pertamina dan PLN ungkap kendala akses terputus

“Malaysia kena, Thailand kena, Filipina kena, cuma memang kita yang paling ekstrem,” katanya.

Zulhas juga mengakui adanya kontribusi manusia yang memperburuk dampak bencana.

“Nggak bisa kita salahin alam, karena ada perbuatan kita yang menyebabkan lebih parah,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X