Menurutnya, status darurat nasional diperlukan agar mobilisasi bantuan dan penanganan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Ia mengungkapkan bahwa banyak wilayah terdampak masih sulit diakses karena jalur darat belum terbuka sepenuhnya sehingga distribusi logistik dan bantuan menjadi terhambat.
Prabowo: Penanganan sudah cukup, negara kita kuat
Presiden Prabowo Subianto, yang meninjau lokasi terdampak di Tapanuli Tengah pada 1 Desember 2025, menyatakan bahwa situasi di Sumatera masih dapat ditangani tanpa perlu menaikkan status bencana menjadi bencana nasional.
Menurutnya, langkah-langkah pemerintah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait sudah berjalan sesuai kebutuhan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memonitor kondisi di lapangan dan memastikan semua bantuan tiba di wilayah terdampak.
Dalam pernyataannya, Prabowo memberikan apresiasi atas kerja tim gabungan yang turun menangani bencana.
Prabowo juga menepis anggapan bahwa pemerintah lambat menangani situasi.
Ia menegaskan bahwa negara memiliki kapasitas yang cukup kuat untuk menghadapi musibah besar seperti ini dan menyalurkan bantuan hingga ke daerah yang sebelumnya terisolasi.***
Artikel Terkait
4 Kampung hilang tersapu banjir bandang Aceh, akses darat putus total: Jembatan Bailey dikebut demi jangkau korban
Prabowo tinjau lokasi banjir–longsor di Sumut setelah sepekan, pastikan akses listrik dan logistik segera pulih
Mendagri Tito Karnavian: Penjarahan di Sumatera karena warga lapar, pemerintah sudah all out tangani bencana
Basarnas catat 447 korban meninggal akibat bencana Sumatera, ratusan hilang dan korban luka belum tertangani
Asrama pesantren di Bireuen ambruk usai banjir bandang, kerugian ditaksir Rp6 miliar, ratusan santri mengungsi
BNPB hingga BMKG soroti lemahnya mitigasi daerah: Pemda diminta tak lagi menyalahkan curah hujan
Prabowo soroti krisis BBM dan listrik pascabencana Sumatera, Pertamina dan PLN ungkap kendala akses terputus