Shifting pencarian BBM subsidi picu stok kosong di SPBU swasta, Wamen ESDM bicara klarifikasi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 4 September 2025 | 12:02 WIB
Ilustrasi - Wamen ESDM ungkap alasan kelangkaan BBM non-subsidi di SPBU swasta (Unsplash/mkumbwajr)
Ilustrasi - Wamen ESDM ungkap alasan kelangkaan BBM non-subsidi di SPBU swasta (Unsplash/mkumbwajr)

GENMILENIAL.ID — Kekosongan stok BBM non-subsidi di beberapa SPBU swasta belakangan ini tidak disebabkan krisis pasokan, melainkan lonjakan permintaan yang tiba-tiba.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa fenomena ini adalah hasil pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM subsidi ke produk non-subsidi.

Baca Juga: Mentan tegaskan stok beras kosong di ritel modern bukan karena langka, tapi pergeseran distribusi

“Penyebab utama adalah shifting konsumsi. Ketentuan penggunaan QR Code untuk membeli Pertalite membuat banyak kendaraan tidak memenuhi syarat, sehingga masyarakat beralih ke BBM non-subsidi,” jelasnya kepada media di Kompleks Parlemen, Rabu, 3 September 2025.

Menurut data Kementerian ESDM, peralihan ini signifikan, sekitar 1,4 juta kiloliter BBM non-subsidi dikonsumsi lebih banyak dari sebelumnya, termasuk di SPBU swasta.

Baca Juga: DPR gelar rapat evaluasi, tindak lanjuti tuntutan rakyat pascademo akhir Agustus

Laode Sulaeman, Dirjen Migas, menambahkan bahwa masyarakat sudah mulai mengandalkan BBM beroktan tinggi (RON di atas 90) sebagai alternatif.

Untuk mengatasi gangguan pasokan ini, Kementerian ESDM berencana memanggil badan usaha BBM swasta, seperti Shell dan BP-AKR—pada pekan depan guna sinkronisasi impor dan distribusi.***

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X