Kosongnya stok BBM di SPBU swasta, pengamat soroti perubahan pola masyarakat hingga solusi kolaborasi dengan Pertamina

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 29 September 2025 | 04:13 WIB
Ilustrasi - pengamat menyebut tentang penyebab kekurangan stok BBM di SPBU swasta (Unsplash/mkumbwajr)
Ilustrasi - pengamat menyebut tentang penyebab kekurangan stok BBM di SPBU swasta (Unsplash/mkumbwajr)

GENMILENIAL.ID – Kekosongan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta masih berlanjut dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi ini membuat pengendara kerap mendapati papan pengumuman bahwa stok BBM habis.

Salah satunya Shell Indonesia yang melalui laman resminya menginformasikan ketiadaan produk bensin di beberapa jaringan SPBU.

“Shell Indonesia menginformasikan bahwa produk bensin Shell tidak tersedia hingga waktu yang belum dapat dipastikan,” tulis perusahaan itu, Kamis, 25 September 2025.

Baca Juga: Kata Puan Maharani hingga Demokrat soal Jokowi yang minta relawan dukung Prabowo-Gibran 2 periode

Isu BBM oplosan pengaruhi perilaku konsumen

Ketua Forum Konsumen Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai fenomena migrasi masyarakat ke SPBU swasta dipicu kasus 'BBM oplosan' yang menjerat Pertamina awal 2025.

Menurutnya, isu itu langsung diterima mentah-mentah oleh publik sehingga menimbulkan persepsi negatif.

“Setelah kasus itu sebagian masyarakat melakukan migrasi ke swasta dan sampai sekarang. Padahal blending secara kimiawi itu ada dan legal,” kata Tulus dalam diskusi Indonesia Business Forum, Rabu, 24 September 2025.

Baca Juga: Menilik peran Mahfud MD di Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo

Selain itu, kebijakan pendataan pembelian BBM bersubsidi juga mendorong masyarakat beralih ke BBM nonsubsidi, baik milik Pertamina maupun swasta.

DPR ingatkan SPBU swasta soal alokasi

Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Patijaya, mengingatkan agar SPBU swasta bijak mengatur penjualan.

Ia menyoroti adanya penjualan kuota yang habis lebih cepat dari jatah setahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X