Selain itu, ia mengungkap adanya modus baru: satu kendaraan memiliki dua hingga tiga barcode berbeda untuk membeli solar subsidi berkali-kali.
“Dia punya satu mobil dengan barcode dua sampai tiga, jenis mobilnya sama,” kata Fasha.
Ia menilai manipulasi barcode adalah indikasi serius bahwa sistem digital distribusi BBM subsidi masih mudah ditembus.
Pelangsir gunakan truk tua, pengawasan dianggap lemah
Fenomena pelangsiran BBM subsidi juga dinilai semakin masif, terutama menggunakan mobil-mobil tua yang sulit dipantau secara digital.
“Makin banyak bisnis pelangsir BBM pakai mobil tua,” ujarnya.
Fasha kemudian mengusulkan agar aparat TNI dan Polri diterjunkan ke titik-titik rawan untuk memperkuat pengawasan.
Baca Juga: Nenek Alvaro ungkap alibi janggal keluarga pelaku: Sebut ada ‘orang suruhan’ dan pembungkaman fakta
“Biasanya kalau diturunkan petugas TNI-Polri, satu bulan juga sudah tertib,” katanya.
Peringatan soal lobi penambahan kuota BBM
Fasha juga menyoroti adanya upaya lobi ilegal yang dilakukan pihak swasta untuk meminta tambahan kuota BBM langsung ke DPR.
“Yang berhak meminta tambahan kuota itu pemerintah kabupaten, walikota, atau gubernur. Jangan sampai ada pelaku ritel swasta nyelonong minta ke komisi,” tegasnya.
Ia meminta pengawasan lebih ketat agar kuota BBM subsidi tidak bocor dan tidak dimanfaatkan oleh kelompok tertentu.***
Artikel Terkait
Luhut ungkap rencana penghapusan BBM subsidi, DPR beri bantahan dan katakan presiden tetap lindungi masyarakat kecil
Shifting pencarian BBM subsidi picu stok kosong di SPBU swasta, Wamen ESDM bicara klarifikasi
Kuota impor BBM 110 persen belum cukup, DPR dengar curhat Shell hingga SPBU swasta mundur dari kesepakatan dengan Pertamina
BBM masih kosong di SPBU swasta, Bahlil tepis isu pemerintah jegal investasi: Kuota impor sudah diberikan 110 persen
Skandal BBM: Nama Vale, Adaro, dan PAMA terseret, pengamat nilai negara bisa tagih selisih harga tanpa ganggu iklim investasi
Truk tangki BBM 24.000 liter terbakar di Cianjur, api menyambar ruko dan pos polisi: Jalur ditutup total
Jejak penyelundupan BBM subsidi di Babel: Dari 42 ton solar ilegal hingga kasus 5.000 liter di Pangkalpinang