IPK naik usai Prabowo dilantik, Saut: Sinyal publik ingin KPK bangkit dari tidur panjang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 17 November 2025 | 12:51 WIB
Mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang, soroti kinerja KPK saat ini (Kpk.go.id)
Mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang, soroti kinerja KPK saat ini (Kpk.go.id)

Saut mengungkapkan bahwa KPK butuh pihak-pihak yang terus menekan, mengkritik, bahkan menghadapkan lembaga tersebut pada rasa tidak nyaman.

“Saya paling seneng sama ICW, karena ICW gebukin saya terus. Ketika ditantang, kita mikir. Itu sehat,” katanya.

Baca Juga: Kemendag mulai musnahkan 19.391 balpres pakaian bekas, DPR bilang pemerintah harus tegas soal barang thrifting

Tanpa kritik, menurutnya, KPK hanya akan jadi lembaga yang berjalan tanpa arah.

IPK Indonesia naik setelah pelantikan Prabowo

Saut juga menyinggung Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang naik dari 34 menjadi 37 usai Presiden Prabowo dilantik.

Baginya, ini bukan pujian untuk KPK semata, melainkan sinyal bahwa publik memberi harapan baru pada pemerintahan.

“Begitu Prabowo dilantik, Januari IPK naik jadi 37. Ini sinyal publik memberi kepercayaan,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus viral diduga bullying di SMP Tangsel: Polisi selidiki kekerasan hingga kondisi medis korban

ICW: Penurunan penindakan pada 2024 memang nyata

Aktivis ICW Almas Sjafrina menegaskan bahwa apresiasi publik wajar muncul, sebab 2024 merupakan tahun penindakan korupsi yang sangat lemah.

“Penurunannya signifikan. Bukan hanya KPK, Kepolisian dan Kejaksaan pun turun,” kata Almas.

Kini, menurutnya, Kejaksaan mulai agresif, sementara KPK 'baru bangun tidur, meski belum sepenuhnya bangun.'***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X