Pelaku ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta diduga remaja 17 tahun, pengaruh medsos jadi sorotan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 9 November 2025 | 22:39 WIB
Menyoroti insiden ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat, 7 November 2025 (Dok. Polri)
Menyoroti insiden ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta, pada Jumat, 7 November 2025 (Dok. Polri)

GENMILENIAL.ID — Insiden ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025, memicu kepanikan sekaligus keprihatinan publik.

Ledakan yang diduga berasal dari bahan kimia yang dibawa oleh seorang siswa itu menyebabkan 54 orang menjadi korban, sebagian besar adalah pelajar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri menyebutkan, puluhan korban kini masih dirawat di beberapa rumah sakit di Jakarta.

“Data sementara korban ada 54 orang,” ujar Irjen Asep di Jakarta, Jumat 7 November 2025. 

Baca Juga: Soal ledakan SMAN 72 Jakarta, Kapolri tak menampik terduga pelaku merupakan pelajar

Polisi telah membentuk posko darurat di RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih untuk memfasilitasi informasi bagi keluarga korban serta mengoordinasikan proses perawatan medis.

Puluhan korban masih jalani perawatan di rumah sakit

Irjen Asep menjelaskan, sebagian besar korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan benda keras, sementara sejumlah siswa lainnya mengalami trauma psikologis karena peristiwa terjadi saat kegiatan belajar berlangsung.

“Korban ada yang menderita luka bakar, terkena serpihan, hingga terkena benda-benda kecil,” jelasnya.

Selain polisi, sejumlah pejabat publik termasuk anggota DPR RI dan perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah meninjau para korban di rumah sakit.

Baca Juga: Soal ledakan di SMAN 72 Jakarta saat salat Jumat, Pramono Anung: Pemprov DKI sangat berduka

Tujuh siswa dijalani operasi, KPAI soroti dampak psikologis

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah mengonfirmasi terdapat 7 anak yang dijadwalkan menjalani operasi akibat luka serius yang dialami.

“Ada sebagian yang harus dioperasi, tadi data terakhir sekitar tujuh anak,” kata Margaret di RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X