GENMILENIAL.ID – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), angkat bicara soal sengketa lahan miliknya seluas 16,4 hektare di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diduga melibatkan praktik mafia tanah.
JK menegaskan persoalan ini bukan hanya tentang dirinya, tetapi merupakan masalah sistemik yang harus dilawan bersama.
“Mafia ini harus diberantas, jadi harus dilawan! Kalau dibiarin akan begini akibatnya,” tegas JK, Senin 10 November 2025.
Ia menjelaskan sengketa ini bermula dari upaya pengambilalihan yang dilakukan oleh jaringan mafia tanah.
Baca Juga: IFG peringati Hari Pahlawan 2025, tanamkan nilai kepahlawanan dalam transformasi perusahaan
JK memiliki bukti legalitas lengkap, tanah dibeli langsung dari ahli waris Raja Gowa sekitar 35 tahun lalu.
Modus lama: Rekayasa hukum dan pemalsuan dokumen
JK menyoroti bahwa praktik mafia tanah sering melibatkan rekayasa hukum, pemalsuan dokumen, hingga pemalsuan identitas.
“Bukan hanya di Makassar, banyak terjadi di tempat lain. Itu semua kriminal. Dibuat dengan cara rekayasa hukum, memalsukan dokumen, memalsukan orang. Itu praktik lama, dan kita harus lawan bersama-sama,” ujarnya.
Ia menambahkan kasus seperti ini bisa menimpa siapa saja, termasuk masyarakat kecil yang lemah secara hukum.
Baca Juga: ICW: KPK bangkit lagi, penindakan korupsi era Prabowo kini lebih gencar
Menurut JK, lemahnya pengawasan dan penegakan hukum menjadi faktor mafia tanah masih bisa beroperasi bebas.
Masalah nasional yang harus ditangani serius
JK menekankan mafia tanah adalah kejahatan serius yang harus diberantas secara sistemik.
Artikel Terkait
Begini kronologi kasus mafia tanah di Bekasi, AHY sebut pemalsuan akta tanah hingga modus sertifikat palsu
Jusuf Kalla sebut ‘Kabur Aja Dulu’ jadi ajang anak muda mengenal budaya luar, khusus buat yang Ingin belajar hingga bekerja
Dapat sertifikat kembali, Nirina Zubir masih dibayangi banding kasus mafia tanah mantan ART
Merah Putih berkibar di kawasan bekas longsor, Warna Alam dan Perhutani gaungkan pesan cinta tanah air dan peduli lingkungan
Trump ancam tarif 200 persen ke China, magnet tanah jarang jadi senjata baru perang dagang 2025
Parlemen desak Menteri ATR naikkan pajak 60 keluarga penguasa tanah bersertifikat
Kejagung sita tanah milik anak Riza Chalid di Kebayoran Baru, lanjutan kasus korupsi minyak Rp271 triliun