Jika tidak, praktik ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap hukum dan menciptakan ketidakpastian dalam investasi dan pembangunan nasional.
Sinergi pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat menjadi kunci pemberantasan mafia tanah.
Baca Juga: Kang Rey tegaskan tidak pernah minta setoran dari Kadis atau mantan Kadinkes
Dukungan Menteri ATR/BPN
Dalam kasus JK, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan tanah sengketa sah milik Jusuf Kalla, memperkuat posisi hukum JK.
Ia berharap pemerintah tidak hanya menindak kasus ini, tetapi juga membenahi sistem pertanahan nasional.
“Menteri ATR/BPN Nusron sudah mengatakan yang sah itu milik saya. Mafianya harus diberantas, dilawan. Kalau dibiarkan, akibatnya akan seperti ini,” pungkas JK.***
Artikel Terkait
Begini kronologi kasus mafia tanah di Bekasi, AHY sebut pemalsuan akta tanah hingga modus sertifikat palsu
Jusuf Kalla sebut ‘Kabur Aja Dulu’ jadi ajang anak muda mengenal budaya luar, khusus buat yang Ingin belajar hingga bekerja
Dapat sertifikat kembali, Nirina Zubir masih dibayangi banding kasus mafia tanah mantan ART
Merah Putih berkibar di kawasan bekas longsor, Warna Alam dan Perhutani gaungkan pesan cinta tanah air dan peduli lingkungan
Trump ancam tarif 200 persen ke China, magnet tanah jarang jadi senjata baru perang dagang 2025
Parlemen desak Menteri ATR naikkan pajak 60 keluarga penguasa tanah bersertifikat
Kejagung sita tanah milik anak Riza Chalid di Kebayoran Baru, lanjutan kasus korupsi minyak Rp271 triliun