Baca Juga: Mahfud MD sebut Polri di titik terendah, sindir DPR main uang saat seleksi pejabat hukum dan Kapolri
“Kami ingin anak-anak belajar sejarah Ponorogo dari sumbernya langsung, lewat Museum Peradaban di bawah Monumen Reog,” ungkapnya.
Penetapan tersangka dan dugaan suap
KPK secara resmi menetapkan Sugiri Sancoko sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan (OTT) di Ponorogo pada Minggu dini hari, 9 November 2025.
Selain Sugiri, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain:
- Yunus Mahatma, Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo,
- Agus Pramono, Sekretaris Daerah Ponorogo,
- Sucipto, pihak swasta rekanan RSUD Ponorogo.
Kasus ini mencakup tiga klaster dugaan korupsi, yakni:
- Suap pengurusan jabatan, dengan Sugiri dan Agus diduga menerima suap dari Yunus Mahatma.
- Suap proyek pengadaan RSUD Ponorogo, di mana Sugiri dan Yunus diduga menjadi penerima suap, sedangkan Sucipto sebagai pemberi.
- Gratifikasi di lingkungan Pemkab Ponorogo, dengan Sugiri sebagai penerima dan Yunus Mahatma sebagai pemberi.
KPK menyatakan masih terus mengembangkan penyidikan, termasuk kemungkinan keterkaitan proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban dengan jaringan suap yang melibatkan pejabat Ponorogo.***
Artikel Terkait
Reog Ponorogo, seni pertunjukan indah yang miliki makna mendalam
Dulu diantar jualan es, kini tembus ITB: Rumah anak penjual es di Ponorogo penuh trofi prestasi
Wakil Bupati Pidie Jaya minta maaf usai pukul Kepala SPPG Sagoe, BGN kecam keras aksi kekerasan
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terjaring OTT KPK, diduga terlibat skandal mutasi jabatan ASN
KPK periksa Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko usai OTT kasus mutasi jabatan, 13 orang termasuk adiknya diamankan
Kasus suap jual-beli jabatan: KPK tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan 3 orang lain tersangka
3 Klaster korupsi yang jerat Bupati Ponorogo: Dari suap pengurusan jabatan hingga fee proyek RSUD