Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa dugaan praktik korupsi ini bukan kejadian tunggal. KPK meyakini pola pemotongan anggaran dan setoran kepada kepala daerah sudah berulang kali terjadi.
“Kegiatan tangkap tangan ini adalah bagian dari beberapa penyerahan sebelumnya. Jadi sebelum kegiatan ini, diduga sudah ada penyerahan-penyerahan lain,” ungkapnya.
Temuan ini mengindikasikan adanya sistem korupsi terstruktur dan berulang di lingkungan Pemprov Riau, terutama dalam proyek infrastruktur.
Penangkapan di sebuah kafe
Budi juga menyebut bahwa tim KPK sempat melakukan pengejaran sebelum akhirnya mengamankan Abdul Wahid di sebuah kafe di kawasan Riau.
“Terhadap saudara AW yang merupakan kepala daerah atau gubernur, tim sempat melakukan pencarian dan pengejaran,” jelasnya.
“Kemudian diamankan di salah satu kafe di Riau,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pj Gubernur Riau bangga dan dukung penuh perayaan HPN 2025 di Riau
Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 900 kg, dipelihara polisi peternak di Riau
OTT KPK di Riau: 10 Orang diamankan termasuk penyelenggara negara, dugaan korupsi di Dinas PUPR
OTT Gubernur Riau, Puan Maharani minta pejabat daerah introspeksi: Jangan lagi terulang
KPK tetapkan Gubernur Riau tersangka suap proyek infrastruktur, barang bukti Rp1,6 miliar dari 3 mata uang
KPK bongkar modus pemerasan Gubernur Riau: Uang setoran diduga untuk plesiran ke tiga negara
Mendagri Tito pastikan Gubernur Riau Abdul Wahid bakal dinonaktifkan jika ditahan KPK