Sikap Jokowi tersebut menunjukkan pandangan terbuka terhadap perbedaan pendapat, terutama terhadap sosok-sosok yang meninggalkan jejak sejarah panjang, baik prestasi maupun kontroversi.
Dukung filosofi Mikul Duwur Mendhem Jero
Ketika ditanya pandangannya soal filosofi Jawa 'Mikul Duwur Mendhem Jero', Jokowi menilai ajaran itu sangat baik sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin terdahulu.
“Sangat baik,” jawab Jokowi singkat.
Filosofi tersebut bermakna menjunjung tinggi kebaikan pemimpin dan mengubur dalam-dalam kekurangannya, tanpa meniadakan catatan sejarah.
40 Tokoh masuk daftar usulan
Selain Soeharto dan Gus Dur, beberapa nama lain yang diusulkan menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini antara lain Syaikhona Muhammad Kholil dari Madura, KH Bisri Syansuri, KH Muhammad Yusuf Hasyim, Jenderal (Purn) M. Jusuf dari Sulawesi Selatan, Ali Sadikin dari Jakarta, serta aktivis buruh Marsinah.
Nama-nama tersebut diusulkan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) dan disaring kembali oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) sebelum diajukan ke Dewan Gelar untuk penilaian akhir.***
Artikel Terkait
Pidato Prabowo di PBB tuai pujian: Titiek Soeharto terharu, Cak Imin samakan dengan Bung Karno
Hasan Nasbi ajak masyarakat nilai jasa dan dosa Soeharto secara adil: Dia layak jadi pahlawan, tapi bukan tanpa kesalahan
Di Blitar, Megawati ungkap Soeharto tolak Bung Karno dimakamkan di TMP Kalibata: Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main
Hasan Nasbi bandingkan program Makan Bergizi Gratis Prabowo dengan PMTAS era Soeharto: Dulu saya juga pernah dapat bubur kacang hijau dan telur rebus
Kasus ijazah palsu Jokowi: Polisi bagi 8 tersangka jadi 2 klaster, ungkap alasan penetapan
Ditetapkan sebagai tersangka kasus ijazah Jokowi, Roy Suryo: Ini preseden buruk bagi kebebasan akademik
Jadi tersangka kasus ijazah Jokowi, dokter Tifa sebut jalan terjal perjuangan kebenaran