Ia bahkan menyebut banyak proyek strategis nasional yang kini ia resmikan merupakan hasil kerja keras Presiden Jokowi sebelumnya.
“Saya yang beruntung, Pak Jokowi yang capek-capek merintis, saya yang meresmikan,” ucap Prabowo disambut tawa audiens.
“Itu namanya takdir. Tapi karena saya takut kualat, saya undang beliau. Saya hormati semua pendahulu saya,” imbuhnya.
Ucapan itu disampaikan di hadapan para pejabat negara, direksi perusahaan, dan perwakilan investor yang hadir dalam peresmian pabrik kimia terbesar di Indonesia tersebut.
Dengan nada santai namun tegas, Prabowo menutup pidatonya dengan pesan bahwa politik seharusnya dijalankan dengan etika dan penghormatan, bukan permusuhan atau kebencian.***
Artikel Terkait
Transformasi Projo: Ganti logo, tetap hormat Jokowi, kini kawal pemerintahan Prabowo-Gibran
Hasto Kristiyanto sebut Megawati sudah ingatkan Jokowi: Rakyat butuh pendidikan dan pupuk, bukan kereta cepat
Ray Rangkuti: Hubungan Jokowi–Prabowo retak tapi tak putus, proyek ikonik era Jokowi mulai dikuliti publik
'Purbaya Effect': Pengamat sebut Menkeu baru jadi faktor utama kenaikan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo
Presiden Prabowo setujui anggaran Rp5 triliun untuk pembangunan 30 rangkaian kereta baru, target rampung setahun
Prabowo tunjuk Cak Imin tangani pekerja informal: Negara harus kurangi beban biaya hidup dan dorong naik kelas
KPK pastikan penyelidikan kasus Whoosh tetap berlanjut meski Prabowo janji tanggung jawab penuh