Prabowo tegaskan tak dikendalikan Jokowi: Kritik budaya politik tak sehat yang suka cari kesalahan pemimpin

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 6 November 2025 | 16:36 WIB
Presiden Prabowo (kiri) buka suara soal isu masih dikendalikan Jokowi (kanan) (Instagram/jokowi)
Presiden Prabowo (kiri) buka suara soal isu masih dikendalikan Jokowi (kanan) (Instagram/jokowi)

GENMILENIAL.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak dikendalikan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Ia menyebut isu tersebut tidak benar dan justru mencerminkan budaya politik yang kurang sehat di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam peresmian Pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis 6 November 2025. 

“Prabowo masih dikendalikan Jokowi? Enggak ada itu,” tegasnya.

“Pak Prabowo takut sama Pak Jokowi? Ya enggak ada itu. Untuk apa saya takut sama beliau,” lanjutnya.

Baca Juga: KPK pastikan penyelidikan kasus Whoosh tetap berlanjut meski Prabowo janji tanggung jawab penuh

Kritik budaya politik tak sehat

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti praktik politik yang menurutnya mulai kehilangan etika, terutama kebiasaan mencari kesalahan pemimpin setelah mereka tak lagi menjabat.

“Saya tadi ingatkan, saya minta Pak Jokowi diundang karena saya lihat mulai ada budaya yang tidak baik,” ujar Prabowo.

“Pemimpin di apa ya, dikuyu-kuyu, dicari-cari kesalahannya. Pada saat berkuasa disanjung-sanjung. Ini budaya apa ini? Harus kita ubah,” tegasnya.

Ia menilai, budaya seperti ini tidak mencerminkan kedewasaan politik bangsa.

Baca Juga: Zohran Mamdani menang pemilihan Wali Kota New York, sindir balik Trump soal politik gelap Amerika

Menurutnya, rakyat Indonesia harus belajar menghormati jasa para pemimpin yang telah mengabdi, terlepas dari perbedaan politik.

Hormati pendahulu, akui peran Jokowi

Dalam pidatonya, Prabowo juga menunjukkan rasa hormat kepada pendahulunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X