GENMILENIAL.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh akan terus dilanjutkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, sehari setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan bertanggung jawab penuh terhadap polemik proyek berteknologi tinggi itu.
Menurut Tanak, penyelidikan KPK bertujuan memastikan ada tidaknya unsur tindak pidana korupsi agar publik mendapatkan kepastian hukum.
Baca Juga: Zohran Mamdani menang pemilihan Wali Kota New York, sindir balik Trump soal politik gelap Amerika
“Penyelidikan itu untuk mengetahui ada tidaknya suatu perbuatan tindak pidana korupsi sehingga ada kepastian hukum. Kalau tidak ada ya selesai,” ujar Tanak kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Rabu 5 November 2025.
Ia menegaskan, KPK tidak menerima arahan apa pun untuk menghentikan penyelidikan proyek Whoosh.
“Tidak ada satu pun larangan untuk melakukan penyelidikan,” tambahnya.
Laporan hasil penyelidikan akan disampaikan ke Presiden Prabowo
Tanak menjelaskan, hasil penyelidikan nantinya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo. Jika terbukti tidak ada penyelewengan anggaran, KPK akan menutup perkara. Namun, jika ditemukan indikasi penyimpangan, penyidikan akan dilanjutkan.
“Ketika ada (korupsi), tentunya Presiden juga akan menerima karena beliau sudah mengamanatkan dalam Asta Cita ketujuhnya tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” terang Tanak.
Prabowo: Saya tanggung jawab soal Whoosh
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa 4 November 2025, menegaskan kesiapannya memikul tanggung jawab atas proyek Whoosh yang sempat menuai polemik publik.
“Enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo.
Artikel Terkait
KPK masih telaah awal dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh, Ketua Setyo Budiyanto: Saya belum cek
Anthony Budiawan: Proyek Whoosh bukan sekadar soal utang, tapi dugaan pemufakatan jahat dan mark up anggaran
Anthony Budiawan desak KPK usut dugaan mark up Whoosh: Jangan ada yang cuci tangan, termasuk Jokowi dan Luhut
Mahfud MD soroti proyek Whoosh Rp116 triliun: KPK bisa panggil Jokowi untuk dimintai keterangan
Hasto Kristiyanto kritik proyek kereta cepat Whoosh, pertanyakan prioritas di tengah kebutuhan dasar rakyat
AHY: Pemerintah akan hadir tangani polemik keuangan kereta cepat Whoosh, Prabowo siapkan ekspansi jalur hingga Banyuwangi
Presiden Prabowo tegas ambil tanggung jawab soal Whoosh: Jangan dipolitisasi, Indonesia bukan negara sembarangan