KDM sidak ke pabrik Aqua di Subang, temukan sumber air dari sumur bor kedalaman 132 meter

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:20 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat sidak ke pabrik Aqua di Subang, Jawa Barat (Youtube.com/Kang Dedi Mulyadi Channel)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat sidak ke pabrik Aqua di Subang, Jawa Barat (Youtube.com/Kang Dedi Mulyadi Channel)

 

GENMILENIAL.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kaget setelah mengetahui bahwa sumber air Aqua ternyata berasal dari sumur dalam hasil pengeboran, bukan dari mata air pegunungan seperti yang dikenal publik selama ini.

Temuan itu didapat saat Dedi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik Aqua di Subang, Jawa Barat, pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Awalnya, sidak dilakukan terkait penggunaan kendaraan besar yang dinilai merusak jalan dan memperpendek usia aspal, namun di lapangan Dedi justru menemukan fakta lain soal sumber air.

Baca Juga: Yusril Ihza Mahendra: Nasib Komisi Reformasi Polri tergantung keputusan Presiden

“Ini ngambil airnya dibor? Nggak akan ngefek sama pergeseran tanah?” ujar Dedi dalam video yang diunggah di kanal YouTube resminya.

“Dikira ini air permukaan, air sungai atau air dari mata air. Jadi ini bukan air mata air ya? Jadi, kategorinya sumur pompa dalam,” imbuhnya.

Sumber air dari sumur dalam ratusan meter

Pihak Aqua yang mendampingi KDM menjelaskan bahwa kedalaman sumur bervariasi dari puluhan hingga ratusan meter.

Untuk sumber 4, kedalamannya mencapai 132 meter dan 102 meter, sementara sumber 2 berada di sekitar 60 meter.

Baca Juga: Menkeu Purbaya soroti inflasi: Kunci stabilitas politik dan populer di daerah ala orde baru

“Dalam pikiran saya, dikira airnya air mata air kemudian dimanfaatkan, kan namanya air pegunungan,” kata Dedi menanggapi.

Klaim Aqua: Tak pengaruhi pergeseran tanah

Menanggapi pertanyaan soal dampak lingkungan akibat pengeboran, pihak Aqua menyebut belum menerima keluhan dari warga sekitar dan telah bekerja sama dengan UGM untuk melakukan studi geologi dan hidrologi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X