Dugaan mark-up menguat, DPR desak audit forensik dan transparansi penuh proyek Whoosh

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:27 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menyebut soal transparansi proyek nasional dan sikapi polemik utang Whoosh (Instagram/harristurino)
Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menyebut soal transparansi proyek nasional dan sikapi polemik utang Whoosh (Instagram/harristurino)

“Publik berhak tahu dampak finansial proyek ini terhadap APBN dan risiko fiskal di masa depan,” tegasnya.

Menurutnya, kerugian yang terus terjadi menunjukkan perlunya restrukturisasi utang yang berpihak pada kepentingan publik, bukan sekadar menutupi kesalahan masa lalu.

Proses restrukturisasi harus disertai ukuran kinerja yang jelas dan sanksi bagi pihak yang lalai.

Jika audit menemukan indikasi pelanggaran hukum atau korupsi, Harris meminta KPK dan aparat penegak hukum segera bertindak, termasuk memeriksa pejabat yang menjabat di masa proyek berjalan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya soroti inflasi: Kunci stabilitas politik dan populer di daerah ala orde baru

Lebih jauh, ia menilai proyek KCJB harus menjadi pelajaran besar dalam tata kelola proyek infrastruktur strategis nasional.

Pemerintah perlu mereformasi sistem pengadaan dan evaluasi proyek agar seluruh biaya pembiayaan, risiko kurs, dan jaminan negara dihitung sejak awal.

“Kereta cepat boleh melaju kencang, tapi akuntabilitas tidak boleh tertinggal di belakang,” ujarnya.

Proyek sebesar Whoosh, lanjutnya, seharusnya menjadi simbol kemajuan dan transparansi, bukan simbol kelalaian dan pemborosan.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X