Menurut AHY, pengembangan kawasan sekitar jalur dan stasiun menjadi kunci agar proyek ini memberikan manfaat jangka panjang, bukan sekadar infrastruktur transportasi.
Baca Juga: KPK fokus pulihkan kerugian negara lebih dari Rp1 triliun dalam kasus korupsi Lukas Enembe
Masih dalam proses penghitungan dan konsultasi
AHY menegaskan bahwa rencana perluasan jalur Whoosh ke Surabaya belum final.
Pemerintah, kata dia, masih menghitung secara detail serta mendengarkan masukan dari berbagai kementerian, lembaga, dan pihak swasta.
“Pemerintah melibatkan kementerian/lembaga dan juga mendengarkan masukan dari perusahaan yang bergerak di bidang transportasi. Kami juga ingin menarik kontribusi pemerintah daerah karena pada akhirnya akan mengembangkan ekonomi lokal,” tegasnya.
China siap lanjutkan kerja sama
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung operasional dan pengembangan proyek kereta cepat di Indonesia.
Baca Juga: Skandal private jet Komisioner KPU berujung sanksi, DPR siap cecar penggunaan anggaran negara
“Otoritas dan perusahaan yang berwenang dari kedua belah pihak telah menjalin koordinasi yang erat untuk memberikan dukungan bagi pengoperasian kereta api yang aman dan stabil,” ujar Juru Bicara Kemlu China, Guo Jiakun, Senin, 20 Oktober 2025.
Menurut Guo, kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia sekaligus meningkatkan konektivitas di kawasan yang dilewati proyek tersebut.***
Artikel Terkait
Puncak arus balik Lebaran 2025 diprediksi 6-7 April 2025, AHY: Kita akan terus pantau
H. Anharudin ikut Bimtek Nasional Demokrat di Pacitan, dihadiri SBY dan AHY
AHY dukung tim investigasi independen, sebut bisa cegah hoaks dan teori konspirasi
China siap lanjutkan kerja sama dengan Indonesia dalam proyek Whoosh, klaim bantu perekonomian dan lapangan kerja
Isu 'perang dingin' Purbaya vs Luhut di sidang kabinet: Dari utang Whoosh hingga debat family office
Mahfud MD bongkar dugaan mark up whoosh, KPK: Kami sudah bergerak kumpulkan data
Mahfud MD desak KPK selidiki dugaan korupsi proyek Whoosh: Tak perlu tunggu laporan