Buronan internasional yang masuk Red Notice Interpol, diduga otak penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun lewat kapal MT Sea Dragon Tarawa pada Mei 2025.
Perempuan asal Ponorogo ini disebut sebagai bagian jaringan narkotika lintas negara yang beroperasi sejak 2024.
Baca Juga: 'Menembus ujung Subang': Kang Rey tepis isu ketimpangan lewat Saba Desa Blanakan
2. Freddy Budiman
Bandar legendaris yang mengendalikan produksi sabu dari Lapas Cipinang dan memiliki jaringan hingga luar negeri.
Dieksekusi mati di Nusakambangan pada 29 Juli 2016 setelah dinilai sebagai simbol kuatnya jaringan narkotika di balik jeruji.
3. Raheem Agbaje Salami
Warga negara Nigeria yang kedapatan membawa lima kilogram heroin di Bandara Juanda.
Ia dieksekusi mati di Nusakambangan pada 2015 setelah menjalani hukuman panjang di Indonesia.
Baca Juga: Belajar data sejak dini, kunci mempersiapkan generasi siap hadapi dunia kerja berbasis data
Perang panjang melawan narkoba
Kasus Sulaiman Daud mempertegas bahwa perdagangan narkoba tetap menjadi ancaman serius bagi bangsa.
Jaringan internasional yang masuk melalui jalur laut, udara, maupun darat terus beradaptasi, bahkan menyusup hingga ke pelosok desa.
Penegak hukum diharapkan memperkuat pengawasan lintas wilayah dan mempercepat eksekusi hukum terhadap pelaku besar agar tak lagi muncul ruang gerak bagi jaringan narkotika di Tanah Air.***
Artikel Terkait
Sudah ditemukan sejak September 2024 lalu, mengapa ladang ganja di Bromo baru terungkap?
Larangan menerbangkan drone di TNBTS disebut karena takut ketahuan ada ladang ganja, Menhut ungkap justru bisa membantu menemukan titik
Viral penemuan ladang ganja di Kawasan Gunung Bromo, ini dampak pada jalur pendakian Bromo dan Semeru
Jarred Shaw ditangkap karena ‘permen ganja’, Kapolres: Ingin bagi-bagi ke teman
Mahasiswa di Bima diamankan karena tanam ganja secara hidroponik di kolong rumah panggung
Bareskrim bongkar ladang ganja 25 hektare di Aceh, 180 ton tanaman dimusnahkan, dua pelaku terancam hukuman mati
Berkali jatuh di lubang sama, Ammar Zoni diduga kendalikan jual beli sabu dan ganja sintetis dari Rutan Salemba