Presiden Prabowo perintahkan evaluasi nasional
Tragedi di Ponpes Al Khoziny mendorong pemerintah pusat melakukan evaluasi besar-besaran terhadap bangunan pesantren di seluruh Indonesia.
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan keamanan infrastruktur lembaga pendidikan keagamaan.
“Evaluasi ke depan ke semua pondok pesantren kita harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan infrastruktur masing-masing pondok,” ujar Prasetyo di Jakarta, Minggu, 5 Oktober 2025.
Baca Juga: Menhan Sjafrie ungkap pesan persatuan Prabowo usai pertemuan dua jam dengan Jokowi di Kertanegara
Presiden juga terus memantau perkembangan proses evakuasi di Sidoarjo dan memerintahkan para menteri serta kepala daerah untuk turun langsung membantu penanganan korban dan keluarga terdampak.
“Beliau memonitor terus. Karena itu, para menteri hingga gubernur diminta untuk turun langsung memastikan semua kebutuhan korban dan keluarga tertangani dengan baik,” imbuh Prasetyo.
Melalui evaluasi nasional ini, pemerintah berharap tragedi serupa tidak terulang dan keamanan bangunan pesantren di seluruh Indonesia bisa benar-benar terjamin.***
Artikel Terkait
Ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 100 santri jadi korban, 26 masih hilang
Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 66 santri diduga terjebak, Tim SAR lawan medan sempit dan ancaman gempa susulan
Cerita pilu kakak yang sempat selamatkan adiknya, 5 santri tewas akibat reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Tim SAR gunakan alat berat, 10 korban meninggal dunia dalam reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
BNPB: 14 santri tewas, 49 masih hilang dalam tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Kisah haru di balik reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 3 hari bertahan tanpa makan, salat di bawah puing, hingga diamputasi untuk hidup
Evakuasi korban ambruknya Ponpes Al Khoziny diwarnai aksi keluarga terobos puing, BNPB ingatkan bahaya runtuhan ‘pancake’