Tim SAR gunakan alat berat, 10 korban meninggal dunia dalam reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 14:54 WIB
Tim SAR masih melakukan proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo (Instagram/kantorsar_semarang)
Tim SAR masih melakukan proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo (Instagram/kantorsar_semarang)

GENMILENIAL.ID – Proses evakuasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, masih terus dilakukan hingga Jumat, 3 Oktober 2025.

Tim SAR kini mulai menggunakan alat berat setelah masa golden time pencarian korban dinyatakan berakhir.

Bangunan musala berlantai tiga di kompleks Ponpes Al Khoziny runtuh pada Senin, 29 September 2025, saat para santri sedang melaksanakan salat Ashar.

Sejak kejadian itu, proses pencarian korban dilakukan tanpa henti.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan ingatkan Menkeu Purbaya: Tak perlu tarik anggaran tak terserap program MBG

Alat berat mulai diterjunkan

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa penggunaan alat berat seperti crane dan excavator breaker dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi.

“Excavator breaker digunakan untuk memecah beton bangunan agar tim penyelamat bisa menjangkau korban yang masih terjebak di bawah puing,” ujar Nanang kepada wartawan, Jumat, 3 Oktober 2025.

Menurutnya, metode ini baru digunakan setelah tim memastikan tidak ada lagi tanda-tanda korban hidup di bawah reruntuhan.

“Peralatan yang lebih besar bisa digunakan untuk membobol lebih cepat,” katanya.

Baca Juga: Ironi Nadiem Makarim: Dari simbol integritas hingga terseret kasus korupsi laptop Chromebook

Korban meninggal dunia bertambah

Nanang melaporkan, hingga Jumat pagi, lima jenazah tambahan berhasil dievakuasi dari lokasi, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 10 orang, sementara 103 orang berhasil selamat.

“Kalau dijumlahkan, seluruh korban yang ditemukan ada 113, terdiri dari 10 meninggal dunia dan 103 dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Ia menambahkan, identitas para korban masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur di RS Bhayangkara Surabaya.

“Belum teridentifikasi ya, nama-namanya menunggu setelah identifikasi selesai,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X