Presiden Prabowo instruksikan evaluasi nasional usai 49 jenazah ditemukan di reruntuhan Ponpes Al Khoziny

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 6 Oktober 2025 | 15:19 WIB
BNPB melaporkan temuan baru jumlah akumulasi korban jiwa yang berhasil ditemukan mencapai 49 orang (Dok. BNPB)
BNPB melaporkan temuan baru jumlah akumulasi korban jiwa yang berhasil ditemukan mencapai 49 orang (Dok. BNPB)

GENMILENIAL.ID – Proses pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, masih terus berlangsung.

Hingga Minggu malam, 5 Oktober 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total 49 korban meninggal dunia, termasuk lima potongan tubuh manusia.

“Akumulasi data korban meninggal dunia menjadi 49 orang, sedangkan jumlah bagian tubuh yang ditemukan menjadi lima potongan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi.

Baca Juga: Kutukan Mandalika berlanjut: Marc Marquez terpelanting, cedera bahu kambuh dan Ducati rugi besar

Abdul menyebut, seluruh jenazah yang ditemukan telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Adapun 14 orang masih dinyatakan hilang, sementara 104 orang selamat, dengan enam di antaranya masih dirawat intensif.

Kendala di lapangan: Gedung lama miring dan risiko runtuh

Upaya pembersihan puing kini dihadapkan pada kendala serius.

Bagian bangunan yang ambruk diketahui terhubung dengan gedung lama di sisi selatan yang kini tampak miring dan berpotensi runtuh.

Baca Juga: Mimbar Musala tetap tegak di tengah puing: Fakta terbaru evakuasi reruntuhan Al Khoziny yang tewaskan 37 orang

Tim SAR memutuskan menunda pembongkaran total hingga proses perhitungan teknis selesai dilakukan.

Untuk menjamin keamanan, ahli konstruksi dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dilibatkan untuk memberikan rekomendasi teknis.

“Tim diharuskan membuat penahan gedung lama yang masih berdiri agar selama proses cutting dapat dilakukan tanpa merusak apapun,” ujar Abdul.

Langkah ini diambil agar evakuasi berjalan aman tanpa memperparah kerusakan di area sekitar pondok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X