“Yang paling banyak ditemukan ada di lantai satu,” kata Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan.
Baca Juga: HUT ke-80 TNI di Subang: Kang Rey tegaskan sinergi Pemda–TNI untuk wujudkan Indonesia maju
Bau menyengat dan kendala pembersihan
BNPB melaporkan pembersihan puing baru mencapai 60 persen.
Sisa struktur beton yang menempel pada bangunan di sebelahnya membuat alat berat sulit bergerak.
Untuk mencegah risiko kesehatan akibat pembusukan jenazah, tim gabungan menambah penyemprotan disinfektan dan membagikan alat pelindung diri bagi para petugas.
“Risiko bisa timbul bila cairan pembusukan mencemari sumber air bersih,” jelas Budi Irawan.
Keajaiban di tengah tragedi
Di antara puing yang berserakan, mimbar musala tempat imam memimpin salat masih berdiri tegak.
Unggahan di akun Instagram @infojember memperlihatkan mimbar itu tetap utuh meski bangunan di sekitarnya rata dengan tanah.
“Pantauan dari atas reruntuhan, tampak mimbar Musala Al Khoziny tidak runtuh,” tulis unggahan tersebut.
Warga setempat percaya, posisi dekat mimbar itu pula yang menyelamatkan sejumlah santri.
Harapan di antara reruntuhan
Artikel Terkait
Ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 100 santri jadi korban, 26 masih hilang
Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 66 santri diduga terjebak, Tim SAR lawan medan sempit dan ancaman gempa susulan
Cerita pilu kakak yang sempat selamatkan adiknya, 5 santri tewas akibat reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Tim SAR gunakan alat berat, 10 korban meninggal dunia dalam reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
BNPB: 14 santri tewas, 49 masih hilang dalam tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Kisah haru di balik reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 3 hari bertahan tanpa makan, salat di bawah puing, hingga diamputasi untuk hidup
Evakuasi korban ambruknya Ponpes Al Khoziny diwarnai aksi keluarga terobos puing, BNPB ingatkan bahaya runtuhan ‘pancake’