“Ayah saya Komite Etika KPK, ibu saya pendiri Penghargaan Anti Korupsi Bung Hatta,” kata Nadiem dalam video yang diunggah di YouTube pada 11 Juni 2025.
Kala itu, Nadiem menegaskan komitmennya untuk tidak mengambil uang rakyat.
Baca Juga: Program awal Lurah Sukamelang: Penguatan karang taruna, UMKM, hingga bank sampah
“Saya tidak akan pernah mengambil sepersen pun uang rakyat,” tegasnya.
Kini, pernyataan itu menjadi ironi yang menyakitkan bagi publik.
Sosok yang dulu menjadi simbol integritas di kabinet Presiden Joko Widodo harus berhadapan dengan tuduhan korupsi di kementerian yang pernah dipimpinnya sendiri.
Upaya hukum dan sorotan publik
Sejak ditahan pada 4 September 2025, Nadiem melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan status tersangka.
Baca Juga: Ziarah nasional di TMP Cidongkol: Momentum HUT ke-80 TNI, Subang teguhkan semangat persatuan
Gugatan tersebut terdaftar dengan Nomor Perkara 119/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL.
Sidang perdana digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Tim hukum Nadiem menilai penetapan tersangka dilakukan tanpa prosedur penyelidikan yang sah, sementara Kejaksaan Agung menegaskan telah memiliki bukti kuat mengenai dugaan keterlibatan Nadiem dalam proyek pengadaan laptop Chromebook bernilai hampir Rp2 triliun itu.
Kini publik menanti kelanjutan sidang yang akan menentukan, apakah mantan bos Gojek dan simbol 'Merdeka Belajar' itu masih dapat membuktikan integritasnya di hadapan hukum atau justru menjadi pelajaran pahit tentang betapa rapuhnya nilai antikorupsi di negeri ini.***
Artikel Terkait
Nadiem Makarim penuhi panggilan kedua di Kejagung, diperiksa soal dugaan korupsi Chromebook Rp9,9 triliun
Nadiem Makarim diperiksa KPK terkait proyek Google Cloud Kemendikbudristek
Kejagung tetapkan Nadiem Makarim tersangka baru kasus korupsi Chromebook
Nadiem Makarim ditahan di Rutan Salemba usai jadi tersangka korupsi Chromebook
Pakai rompi pink dan tangan terborgol, Nadiem Makarim tegaskan integritas: Tuhan melindungi saya
Mahfud MD: Rektor kampus akui jarang bertemu Nadiem Makarim saat menjabat Mendikbud
KPK pastikan kasus Google Cloud yang menjerat Nadiem Makarim tetap berjalan