Ironi Nadiem Makarim: Dari simbol integritas hingga terseret kasus korupsi laptop Chromebook

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 14:27 WIB
Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim telah menjalani sidang perdana pra-peradilan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook (kemendikdasmen.go.id)
Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim telah menjalani sidang perdana pra-peradilan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook (kemendikdasmen.go.id)

GENMILENIAL.ID – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim kini menjadi sorotan tajam publik.

Sosok yang dikenal menjunjung nilai kejujuran dan integritas itu resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019–2022.

Kasus ini disebut merugikan keuangan negara hingga Rp1,98 triliun.

Bagi banyak pihak, kabar tersebut menjadi potret ironi, tokoh yang dulu dikenal gencar mengampanyekan pendidikan antikorupsi kini justru harus menghadapi proses hukum atas dugaan penyalahgunaan anggaran di lembaga yang pernah ia pimpin.

Baca Juga: Komitmen pemerataan pembangunan, Kang Rey resmikan ruas Jalan Tambakmekar–Kasomalang

Tangis sang ibu di Pengadilan

Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 3 Oktober 2025, Atika Algadri, ibu Nadiem tak kuasa menahan air mata.

Ia mengaku terpukul mengetahui putranya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya sedihnya luar biasa. Dia anak yang menjalankan nilai-nilai keadilan dan kebersihan sejak kecil,” ujarnya lirih.

Atika menuturkan, sejak kecil Nadiem dibesarkan dengan nilai kejujuran dan pantang mengambil hak orang lain.

Baca Juga: DPR geram 1.200 ton beras SPHP nyaris rusak, bulog siapkan reprocessing cuci ulang sebelum disalurkan

Ia berharap proses hukum berjalan adil dan transparan agar kebenaran terungkap sepenuhnya.

Lahir dari keluarga antikorupsi

Nadiem sendiri dikenal tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai antikorupsi.

Dalam wawancara lawas bersama Deddy Corbuzier, ia pernah menyebut ayahnya merupakan anggota Komite Etika KPK dan ibunya pendiri Penghargaan Anti Korupsi Bung Hatta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X