Langkah ini juga sejalan dengan rekomendasi ahli gizi Tan Shot Yen yang menyarankan agar BGN menggandeng dinas kesehatan dan puskesmas dalam supervisi dan evaluasi, sekaligus melibatkan kantin sekolah untuk mendukung distribusi makanan bergizi.
Verifikasi lapangan lebih ketat
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan verifikasi dapur MBG kini akan dilakukan langsung ke lapangan.
“Sebelumnya SPPG bisa kirim foto, sekarang kami turunkan tim untuk inspeksi satu per satu. Kalau tidak memenuhi syarat, langsung ditutup,” tegasnya.
Dengan serangkaian langkah baru ini, pemerintah berharap kasus keracunan tidak lagi mencoreng pelaksanaan MBG.
Transparansi, higienitas, serta peran aktif masyarakat menjadi kunci agar program bisa berjalan aman, sehat, dan tepat sasaran.***
Artikel Terkait
Menkes Budi Gunadi kecam intimidasi pada dokter Syahpri di RSUD Sekayu, Kemenkes siap dukung jalur hukum
MBG tersandung kasus keracunan, Presiden Prabowo panggil Kepala BGN dan minta jangan dipolitisasi
BGN berbenah usai menu burger untuk MBG dikritik, gandeng UMKM lokal dan larang produk kemasan pabrik
Terkini kasus keracunan MBG: Pemerintah tutup sementara dapur bermasalah, ahli gizi disiapkan Kemenkes
Kemenkes soroti konsumsi rokok, jadi akar penyebab stunting di Indonesia
Guncangan MBG di KBB: Ribuan siswa keracunan, bakteri pembusuk terungkap, hingga Gubernur Dedi usul dapur sekolah
Ketua Banggar DPR usul kantin sekolah jadi dapur MBG, soroti beban berat SPPG dan kasus keracunan