BGN berbenah usai menu burger untuk MBG dikritik, gandeng UMKM lokal dan larang produk kemasan pabrik

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 28 September 2025 | 13:04 WIB
BGN akan lebih ketat dalam pemilihan menu untuk MBG (Instagram/badangizinasional.ri)
BGN akan lebih ketat dalam pemilihan menu untuk MBG (Instagram/badangizinasional.ri)

 

GENMILENIAL.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bakal memperketat pemilihan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai muncul kritikan penggunaan makanan kemasan pabrik seperti burger dan spaghetti.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang menyatakan pihaknya akan menggandeng UMKM lokal sebagai pemasok bahan makanan, sekaligus melarang penggunaan makanan ultra processed food (UPF).

“Begitu larangan ini dilaksanakan, ratusan ribu UMKM pangan akan hidup. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberi gizi bagi anak bangsa, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Nanik di Jakarta, Sabtu 27 September 2025.

Baca Juga: Badan BUMN disetujui DPR, Menpan RB pastikan ASN Kementerian tetap aman

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menambahkan olahan daging seperti sosis, nugget, dan burger hanya boleh berasal dari produk UMKM dengan sertifikasi halal, SNI, izin BPOM, serta masa edar maksimal satu minggu.

“Dengan kebijakan ini, kita bukan hanya bicara soal menu bergizi, tapi juga soal keberpihakan pada UMKM. MBG harus menjadi program yang menyehatkan sekaligus menyejahterakan,” ujarnya.

Nanik juga menegaskan tidak akan menolerir penggunaan produk pabrikan.

“Dapur MBG adalah untuk membangkitkan ekonomi lokal, bukan memperkaya pemilik pabrik roti,” ucapnya.

Baca Juga: MBG tersandung kasus keracunan, Presiden Prabowo panggil Kepala BGN dan minta jangan dipolitisasi

Meski demikian, menu modern seperti spaghetti dan burger tetap bisa hadir sesekali sesuai permintaan siswa agar tidak bosan.

“Anak-anak boleh request satu kali dalam seminggu, supaya tidak jenuh,” kata Nanik.

Sebelumnya, kritik keras dilontarkan ahli gizi Tan Shot Yen dalam rapat Komisi IX DPR, yang menyoroti pemilihan menu berbasis terigu dan produk impor.

Dengan pembenahan ini, BGN menekankan MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi lokal.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X