Rocky Gerung ungkap pernah usul Mahfud MD jadi presiden, sindir pengangkatan Qodari di KSP

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 29 September 2025 | 05:53 WIB
Pengamat politik, Rocky Gerung mengaku pernah memberikan usulan rahasia eks Menko Polhukam, Mahfud MD jadi calon Presiden RI (Dok. PKS)
Pengamat politik, Rocky Gerung mengaku pernah memberikan usulan rahasia eks Menko Polhukam, Mahfud MD jadi calon Presiden RI (Dok. PKS)

GENMILENIAL.ID – Pengamat politik Rocky Gerung mengungkap sisi lain hubungannya dengan Mahfud MD.

Tak hanya bersahabat di balik layar, Rocky bahkan mengaku pernah serius mengusulkan Mahfud MD sebagai calon presiden.

Cerita itu terungkap dalam perbincangan di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Selasa, 23 September 2025.

Rocky usul Mahfud jadi presiden

Rocky menyebut momen itu terjadi di Universitas Paramadina ketika menghadiri peluncuran buku karya Denny Indrayana.

Baca Juga: Revisi UU BUMN masuk ke DPR, Mensesneg singgung peran Danantara dan wacana perampingan

Menurutnya, Mahfud MD memenuhi syarat etis dan intelektual sebagai calon pemimpin, jauh sebelum perdebatan publik soal elektabilitas mencuat.

“Saya enggak bergurau. Karena waktu itu saya punya prinsip, calon presiden itu mesti lulus bukan elektabilitas, tetapi eticility. Lapisan kedua adalah intelektualitas. Mahfud MD pasti lulus,” kata Rocky.

Mahfud menanggapi pengakuan tersebut dengan senyum. Ia mengira Rocky hanya bergurau, meski mengakui cerita itu mencerminkan pandangan idealis sahabatnya tentang politik.

Sindiran ke Qodari di KSP

Selain memuji Mahfud, Rocky juga melontarkan kritik tajam atas pengangkatan Muhammad Qodari sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) menggantikan Hasan Nasbi.

Baca Juga: Kemenkes soroti konsumsi rokok, jadi akar penyebab stunting di Indonesia

Rocky menilai, penunjukan Qodari yang dikenal sebagai pengusung wacana tiga periode Jokowi, berlawanan dengan semangat demokrasi.

“Qodari itu orang kedua lho, di Amerika itu kepala staf presiden orang kedua. Sekarang pertanyaannya, kenapa seorang yang anti-demokrasi, memanipulasi konstitusi dengan tiga periode berdasarkan survei semata-mata, diangkat jadi KSP,” sindirnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X